JAWA TENGAH — Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Okto mengukuhkan 12 atlet remaja untuk Youth Olympic Games 2026 di Dakar, Senegal. Pengukuhan sekaligus pelepasan kontingen berlangsung di kawasan Sudirman, Jumat (23/10/2026), tanpa target khusus dari federasi.
Kontingen Indonesia untuk edisi keempat Youth Olympic Games itu terdiri dari sembilan cabang olahraga: atletik, renang, bulutangkis, balap sepeda, berkuda, judo, skateboard, triathlon, dan wushu. Komposisinya terbagi rata, enam atlet putra dan enam atlet putri, seluruhnya berusia remaja.
Ita Yuliati Pimpin Kontingen sebagai Chef de Mission
Tim Indonesia akan dipimpin Ita Yuliati, yang sehari-hari dikenal sebagai atlet gimnastik. Rombongan dijadwalkan bertolak ke Senegal mulai sehari setelah pengukuhan hingga penutupan ajang pertengahan November mendatang.
"Baru saja kita mengukuhkan dan melepaskan Tim Indonesia untuk 4th Youth Olympic Games di Dakar, Senegal. Tim atau kontingen ini akan dipimpin oleh Saudari Ita Yuliati dari cabang olahraga gimnastik," kata Okto seusai acara.
Tanpa Target Khusus, Fokus pada Pembinaan Menuju Los Angeles 2028
Okto menegaskan pihaknya tidak membebani para atlet dengan target medali. Partisipasi dan pengalaman bertanding dinilai lebih penting pada fase usia ini.
"Ada 12 atlet yang terdiri dari 6 atlet putra dan 6 atlet putri yang semuanya remaja. Dan harapannya adalah akan memberikan dorongan terhadap Olimpiade nanti di Los Angeles 2028," ujarnya.
Youth Olympic Games 2026 sendiri digelar di Dakar mulai 31 Oktober hingga 13 November. Ajang ini menjadi panggung pertama bagi sebagian besar atlet untuk merasakan atmosfer multievent internasional sebelum masuk ke jalur Olimpiade senior.
Kesiapan Atlet: Nutrisi, Mental, dan Perjalanan 30 Jam Jadi Perhatian
Chef de Mission Ita Yuliati menyatakan kesiapan tim sudah cukup matang. Pemantauan dilakukan menyeluruh, mulai dari asupan nutrisi dan vitamin hingga dukungan mental para atlet.
"Kami melihat bahwa usaha yang telah dilakukan oleh para cabor ini sangat maksimal, dan kondisi atlet-atlet saat ini dalam kondisi sehat," tuturnya.
Ita menyoroti durasi perjalanan menuju Dakar yang mencapai 30 jam sebagai tantangan tersendiri bagi atlet remaja. Tim CdM menyiapkan pendampingan di setiap kloter keberangkatan agar kontingen tiba dengan selamat dan kondisi prima.
"Dalam hal ini kami juga mendukung mereka dari sisi mental, kenyamanan, dan kesiapan keseluruhannya. Karena itu yang utama bagi kami tim CdM adalah menyiapkan kontingen ini bisa berangkat dengan tenang, dengan selamat, dengan aman, dan kondisi yang prima sampai di tujuan," ucap Ita.
Rekam Jejak Indonesia di Youth Olympic Games
Sepanjang keikutsertaan, Indonesia telah mengoleksi tiga medali perunggu. Medali terakhir diraih Nur Vinatasari dari cabang angkat besi pada edisi terakhir.
Dua medali perunggu sebelumnya dipersembahkan Anthony Sinisuka Ginting dari bulutangkis pada 2014, serta Dewi Safitri dari angkat besi pada 2010. Catatan itu menjadi pembanding sekaligus motivasi bagi 12 atlet yang kini berangkat ke Dakar.