BATANG — Penghargaan diterima Ahmad Luthfi dalam acara Forum Investasi Jawa Tengah dan detikJateng-Jogja Awards 2026 yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang. Kategori yang disematkan adalah Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah memerinci, dari total Rp72,54 triliun, sebanyak Rp31,77 triliun berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sisanya Rp40,77 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).
Modal yang masuk tersebar di 82.420 proyek. Aktivitas usaha itu menyerap 340.334 tenaga kerja di seluruh provinsi.
Kabupaten Kendal mencatat investasi tertinggi dengan Rp13,61 triliun. Posisi kedua ditempati Kota Semarang Rp9,07 triliun, disusul Kabupaten Batang Rp8,54 triliun.
Dua daerah lain yang masuk lima besar adalah Kabupaten Temanggung Rp5,05 triliun dan Kabupaten Demak Rp4,29 triliun. Sebaran angka itu memperlihatkan penanaman modal masih terkonsentrasi di wilayah dengan kawasan industri besar.
Pemerataan investasi ke daerah lain menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Pertumbuhan ekonomi dinilai perlu menyebar agar tidak hanya bergantung pada kawasan industri yang sudah mapan.
Pemprov Jawa Tengah memasang target investasi Rp110 triliun sampai akhir 2026. Dengan realisasi triwulan III di angka Rp72,54 triliun, masih ada Rp37,46 triliun yang harus dikejar pada Oktober-Desember.
Ahmad Luthfi menyebut penghargaan yang diterimanya bukan tujuan akhir. Menurutnya, capaian itu harus jadi dorongan untuk menarik lebih banyak investor, terutama yang menanam modal di kawasan industri.
"Kita mendapatkan penghargaan terkait dengan investasi di wilayah kita. Penghargaan ini sebagai pemicu dan pengingat untuk lebih giat lagi dalam rangka menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, terutama di kawasan industri," kata Ahmad Luthfi.
Rangkaian detikJateng-Jogja Awards 2026 mengangkat tema "Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan". Forum Investasi Jawa Tengah digelar sebagai bagian dari acara itu.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah provinsi, investor, dan pelaku industri. Tujuannya memperluas informasi soal peluang investasi sekaligus mendorong modal masuk ke berbagai sektor usaha.
Pemimpin Redaksi detikcom Ardhi Suryadhi menilai investasi dan sektor industri berperan penting menggerakkan perekonomian daerah. Ia berharap forum itu mendorong penanaman modal di sektor riil agar dampaknya terasa lebih luas.
"Jawa Tengah punya modal yang sangat besar, apalagi Gubernur Ahmad Luthfi juga terbilang aktif untuk mendorong investasi, mulai dari energi terbarukan, pariwisata, dan yang lainnya. Sampai triwulan III 2026, investasi sudah mencapai Rp72,54 triliun," kata Ardhi.
Bagi warga, besaran angka investasi belum otomatis berarti kesejahteraan naik. Kemampuan modal menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM lokal, dan meratakan manfaat ke daerah non-industri tetap jadi ukuran yang perlu diawasi hingga akhir tahun.