TUNTANG — Kapolsek Tuntang Kompol Pri Handayani menyatakan balita tersebut pertama kali diketahui seorang pengunjung toko modern yang sedang beristirahat. Warga bernama Kunoto itu melihat anak itu bermain tanpa pendamping di area yang berbatasan langsung dengan jalur ramai.
Lokasi penemuan berada cukup jauh dari rumah balita maupun tempat kedua orang tuanya membantu hajatan. Jarak itu membuat petugas sempat kesulitan mengidentifikasi keluarga anak tersebut.
Kunoto melaporkan temuan itu ke Polsek Tuntang yang posisinya tidak jauh dari toko modern. Kanit Provos Aiptu Joko Nurwarsito langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi balita.
"Awalnya ada seorang pengunjung toko modern yang sedang beristirahat dan mengetahui keberadaan balita tersebut," kata Pri Handayani, Sabtu petang (24/10/2026).
Petugas kemudian memeriksa rekaman CCTV toko dan menggali keterangan warga sekitar. Minimnya petunjuk di lokasi menjadi kendala awal penelusuran.
Balita itu ditemukan di tepi jalan raya utama Semarang-Solo, jalur yang lalu lintasnya padat sepanjang hari. Kondisi tersebut memperbesar risiko kecelakaan bila anak berkeliaran tanpa pengawasan orang dewasa.
Pri Handayani menyebut tidak ada musibah yang menimpa balita selama berada di lokasi. Warga sekitar dan pengunjung toko berperan menahan anak itu agar tidak mendekat ke badan jalan.
Dugaan sementara, balita lepas dari pengawasan saat orang tuanya sibuk membantu tetangga yang menggelar hajatan. Polisi belum menyampaikan sanksi atau langkah hukum terhadap keluarga.
Kasus ini menjadi pengingat bagi warga Tuntang dan sekitarnya soal pengawasan anak di ruang publik, terutama di kawasan yang berdekatan dengan jalur arteri. Anak usia balita belum mampu menilai bahaya lalu lintas di sekitarnya.