Pencarian

Museum Polres Salatiga di Benteng Hock Buka Gratis, Simpan Borgol Besi hingga Radio Jadul

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 16:16:31 WIB
Museum Polres Salatiga di Benteng Hock Buka Gratis, Simpan Borgol Besi hingga Radio Jadul
Museum Polres Salatiga di Benteng Hock dibuka gratis untuk umum dan menyimpan koleksi perlengkapan dinas kepolisian lintas generasi.

SALATIGA — Bripka Novi Dwi Astuti, anggota Satlantas Polres Salatiga yang mengelola museum, menyebut bangunan itu sebelumnya dipakai sebagai kantor Satlantas. Peralihan fungsi menjadi museum berlangsung pada akhir 2025.

Koleksi yang dipamerkan mencakup perlengkapan dinas kepolisian lintas generasi. Pengunjung dapat melihat langsung borgol berbahan besi, pentungan, radio jadul, dan mesin ketik yang kini sudah jarang ditemui.

Bukan Benteng Pertahanan, Melainkan Rumah Warga Eropa

Novi menyatakan masyarakat selama ini keliru memahami fungsi bangunan. Banyak yang mengira Benteng Hock merupakan benteng pertahanan peninggalan Belanda.

"Padahal, bangunan tersebut merupakan rumah tinggal warga Eropa yang pernah bertugas di Salatiga pada masa kolonial," jelasnya.

Catatan sejarah menyebut bangunan itu telah terdokumentasi sejak 1910. Dokumentasi dibuat seorang apoteker Belanda yang bertugas di Semarang saat berkunjung ke Salatiga.

Cerita lengkap soal asal-usul bangunan bisa ditelusuri lewat panel-panel edukasi di dalam museum. "Informasi lengkap mengenai sejarah bangunan dapat dipelajari melalui panel-panel edukasi yang tersedia di dalam museum," terang Novi.

Anak-Anak Belajar Sejarah Tanpa Merasa Sedang Belajar

Dwi Indah, warga Tengaran, Kabupaten Semarang, mengajak kedua anaknya ke museum setelah mendapat informasi dari media sosial. Ia menilai museum jadi tempat tepat untuk mengenalkan sejarah kepada anak.

"Selain bisa menikmati bangunan bersejarah, anak-anak juga jadi tahu sejarah Kota Salatiga dan kepolisian. Di sini juga ada barang-barang antik seperti radio jadul, alat kepolisian zaman dulu, dan benda-benda lama yang sekarang sudah jarang ditemui," ujarnya.

Putranya, Mandala El Nugroho, mengaku tertarik pada benda-benda lawas yang tak biasa dijumpai sehari-hari. "Berlibur di museum ternyata menyenangkan juga. Saya suka barang-barang zaman dulu yang sekarang jarang ditemui, seperti borgol dari besi, pentungan polisi, dan lainnya," katanya.

Arsitektur Kolonial Jadi Daya Tarik Tersendiri

Bangunan bergaya kolonial itu berdiri di kawasan Jalan Diponegoro, salah satu ruas jalan tua di Kota Salatiga. Arsitekturnya masih terjaga meski fungsi ruang di dalamnya telah berubah.

Pengunjung yang datang tidak hanya melihat koleksi benda antik. Mereka juga bisa mengamati struktur bangunan yang telah berdiri lebih dari satu abad.

Museum Polres Salatiga tidak memungut biaya masuk. Lokasinya berada di tengah kota dan mudah dijangkau warga dari kabupaten sekitar seperti Semarang dan Boyolali.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks