SEMARANG — Selain potensi hujan, BMKG meminta warga mewaspadai risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau. Suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berkisar 16-35 derajat Celsius dengan kelembaban 45-95 persen.
Peringatan karhutla muncul bersamaan dengan prakiraan hujan di sejumlah titik. Kondisi ini lazim terjadi pada masa peralihan musim, ketika permukaan tanah dan vegetasi masih kering meski hujan mulai turun.
BMKG mencatat 18 wilayah berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang pada rentang pukul 07.00-19.00 WIB. Wilayah tersebut adalah Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, dan Ambarawa.
"Pagi sampai siang cerah berawan hingga berawan," kata Farita dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).
Pada sore hingga awal malam, kata Farita, cuaca umumnya berawan. Hujan ringan-sedang berpotensi terjadi di pegunungan, dataran tinggi, Klaten selatan, dan sekitarnya.
Sebanyak 16 wilayah lain diperkirakan hanya mengalami hujan ringan. Daftarnya mencakup Kebumen, Purworejo, Klaten, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Brebes, Salatiga, Semarang, Bumiayu, dan Majenang.
Lima wilayah diprakirakan berawan sepanjang hari, yakni Cilacap, Sukoharjo, Solo, Pekalongan, dan Tegal.
BMKG mencatat 18 wilayah berpotensi mencapai suhu maksimal 35 derajat Celsius. Wilayah itu adalah Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
"Waspada potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau," ucap Farita.
Warga di wilayah dengan suhu tinggi diminta mengurangi aktivitas luar ruang pada siang hari. Sementara warga di kawasan pegunungan dan dataran tinggi perlu bersiap menghadapi hujan sore hari.
Prakiraan ini berlaku untuk periode pukul 07.00-19.00 WIB. BMKG menyarankan warga memantau pembaruan informasi cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah.