SEMARANG — Penandatanganan dilakukan oleh Ketua PERPROMI Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Dr. M.S. Viktor Purhanudin, M.Pd., bersama Kepala SMA Islam Al Azhar 16 Semarang, Much Imam Guritno, S.Pd. Agenda tersebut turut dikawal Bendahara PERPROMI Jawa Tengah dan DIY, Muhammad Fabian Arrizqi, M.Sn.
Kesepakatan ini membagi fokus ke dua arah. Bagi murid, kerja sama diarahkan pada akselerasi pendidikan musik. Bagi tenaga pendidik, sasarannya adalah penguatan kapasitas riset dan publikasi artikel ilmiah.
Viktor menilai pendidikan seni punya arti krusial di tengah dinamika geopolitik global yang kian terfragmentasi, terpolarisasi, dan menghadapi krisis humaniora.
"Seni musik berfungsi efektif sebagai instrumen diplomasi kultural serta pembangun resiliensi etis generasi muda," ujarnya.
Kolaborasi ini, lanjut Viktor, memfasilitasi penajaman kepekaan rasa dan nalar kritis murid dalam merespons tantangan zaman. Para guru juga dipacu mendiseminasikan gagasan akademik melalui artikel jurnal bereputasi dan buku ajar berbobot.
Imam Guritno menyambut positif realisasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi ini membuka kanal pembinaan bakat seni murid.
"Sinergi ini membuka kanal pembinaan bakat seni murid, sekaligus mengungkit produktivitas para guru untuk melahirkan riset inovatif dan karya tulis ilmiah yang teruji," paparnya.
Fabian Arrizqi memastikan organisasi siap mengawal eksekusi program kemitraan di lapangan. Dukungan yang disiapkan mencakup pendampingan musikalitas siswa dan pelatihan pedagogi guru.
Selain itu, PERPROMI menyediakan asistensi penulisan naskah jurnal hingga fasilitas penerbitan buku berstandar akademik.
"Dukungan teknis dan manajerial disiapkan secara matang, mencakup pendampingan musikalitas siswa, pelatihan pedagogi guru, asistensi penulisan naskah jurnal, hingga fasilitas penerbitan buku berstandar akademik," tegas Fabian.