JAWA TENGAH — Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, menyimpan sembilan ruang pamer yang mengikuti alur kisah pergerakan pemuda Indonesia. Tiket masuknya Rp 3.000 untuk anak usia 3-12 tahun, Rp 5.000 untuk dewasa, dan Rp 25.000 untuk wisatawan mancanegara. Bangunan asli bekas rumah indekos ini bisa jadi pilihan wisata sejarah untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Koordinator Museum Sumpah Pemuda, Fathul Futuh Tamam, mengatakan hampir seluruh ruangan di bangunan itu dulunya adalah kamar indekos. Hanya ruang pengenalan dan ruang kongres yang tidak pernah dipakai untuk tidur.
"Sebetulnya ruangan-ruangan itu adalah kamar-kamar. Jadi yang tidak pernah dipakai untuk tidur adalah ruangan pertama (ruang pengenalan) dan ruang kongres. Selebihnya dipakai untuk tidur," kata Fathul.
Bentuk bangunan yang masih asli membuat suasana berkunjung terasa seperti dibawa ke masa lampau. Pengunjung menyusuri ruang pamer dengan tema berbeda dari satu ruangan ke ruangan lain, mengikuti alur cerita perjuangan pemuda.
Ruang Pengenalan dan Kongres
Ruang pertama berisi tokoh yang menghibahkan bangunan untuk dijadikan museum. Setelah itu ada ruang organisasi dan ruang undangan kongres yang dilengkapi koleksi bersejarah.
Ruang kongres menjadi salah satu titik yang paling menarik perhatian. Di dalamnya terdapat diorama yang menggambarkan suasana pertemuan 200 orang pemuda.
Ruang Indonesia Raya yang Interaktif
Pengalaman berkunjung terasa lebih hidup di ruang Indonesia Raya. Pengunjung bisa mendengarkan beberapa versi lagu Indonesia Raya, dari masa Jepang hingga aransemen terbaru.
Ada pula teknologi yang memungkinkan pengunjung berperan sebagai dirigen. Cukup dengan mengangkat tongkat, lagu secara otomatis diperdengarkan.
Ruang Linimasa dengan Konsep Baru
Museum Sumpah Pemuda kini memiliki ruang linimasa Sumpah Pemuda yang menampilkan perkembangan cerita melalui penataan pameran. Fathul menyebut ruangan itu mulai ditata dengan konsep baru pada September 2025.
Sebelumnya, area tersebut dikenal sebagai ruang kontemplasi, dengan penataan yang mengajak pengunjung merenungkan perjalanan sejarah.
Koleksi Bersejarah di Lantai Dua
Lantai dua museum menyimpan sejumlah koleksi bersejarah. Pengunjung bisa melihat gramofon, mesin ketik, foto zaman dulu, kaset lawas, hingga buku Kartini berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang edisi pertama terbitan 1911.
Benda-benda tersebut memberi gambaran tentang kehidupan masa lampau sekaligus melengkapi cerita yang disampaikan lewat ruang pamer.
Lokasi dan Akses Transportasi
Museum berada di Jalan Kramat Raya No. 106, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Pengunjung dapat menggunakan transportasi umum, termasuk Transjakarta, dengan turun di halte terdekat lalu melanjutkan perjalanan menuju museum.
Tiket Masuk dan Jam Operasional
Harga tiket anak usia 3-12 tahun Rp 3.000, dewasa Rp 5.000, dan wisatawan mancanegara Rp 25.000. Museum buka Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB, dan tutup setiap Senin serta hari libur nasional.
Tips Berkunjung
Datanglah pada hari kerja jika ingin suasana ruang pamer lebih lengang. Siapkan waktu cukup untuk menyusuri sembilan ruang, karena alur ceritanya panjang dan beberapa ruang menawarkan pengalaman interaktif.
Untuk durasi kunjungan, sediakan sekitar satu hingga dua jam agar tidak terburu-buru. Informasi terkini soal jadwal atau penutupan mendadak dapat dikonfirmasi ke pihak museum atau dinas pariwisata setempat.