Skrining Anemia Remaja Putri di Rembang Capai 100 Persen, Dinkes Gencarkan Cegah Stunting Sejak Usia Sekolah

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Sabtu, 07 November 2026 | 11:17:01 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr. Ali Syofii menyampaikan capaian skrining anemia remaja putri dalam keterangan resmi.

REMBANG — Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr. Ali Syofii menyebut indikator skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri sudah terpenuhi. Seluruh Puskesmas di kabupaten itu melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Pemenuhan indikator itu bukan hasil kerja satu program. Dinkes merangkai sejumlah kegiatan agar remaja putri terbiasa memeriksa kondisi darahnya dan mengonsumsi TTD secara rutin.

Mengapa Remaja Putri Jadi Sasaran Utama

Ali menjelaskan, intervensi kepada remaja putri diposisikan sebagai persiapan kesehatan calon ibu. Langkah itu sekaligus mencegah masalah gizi pada generasi berikutnya.

Pencegahan stunting lewat jalur ini tidak menunggu seorang perempuan hamil. Pemenuhan gizi dan pemantauan kesehatan dilakukan lebih awal, sejak masa sekolah.

Aksi Bergizi di Sekolah dan Pelatihan Konselor Sebaya

Program Aksi Bergizi dijalankan di seluruh wilayah Kabupaten Rembang. Kegiatan ini mendorong remaja putri memeriksa anemia dan membiasakan konsumsi tablet tambah darah.

Dinkes melengkapinya dengan pelatihan konselor sebaya dan penyuluhan kesehatan remaja. Kompetensi petugas Puskesmas dalam memberi edukasi kepada remaja putri juga ditingkatkan.

“Untuk remaja putri, indikator skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah sudah tercapai. Seluruh Puskesmas telah melaksanakan kegiatan tersebut,” ujar Ali.

Cek Kesehatan Gratis Menjangkau Pelajar

Pemeriksaan diperkuat lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah. Program itu menjangkau populasi remaja putri, dengan pemeriksaan anemia sebagai salah satu indikator intervensi spesifik penurunan stunting.

“Melalui Aksi Bergizi di sekolah, kita mengampanyekan pemeriksaan anemia dan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri,” jelasnya.

Ali mengapresiasi seluruh Puskesmas yang mendukung pelaksanaan kegiatan hingga mencapai target. Ia menyebut Aksi Bergizi juga diarahkan membangun kebiasaan konsumsi TTD secara rutin di kalangan remaja putri.

Dengan capaian ini, Pemkab Rembang memastikan pencegahan stunting tidak hanya berjalan saat perempuan memasuki masa kehamilan. Persiapan kesehatan calon ibu dimulai dari usia remaja melalui pemenuhan gizi dan pemantauan berkala.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top