BATANG — Pemkab Batang menempuh jalur berbeda dalam penerimaan peserta didik baru Sekolah Rakyat. Alih-alih membuka pendaftaran yang menunggu warga datang, tim perekrut dikirim menjemput kelompok sasaran yang selama ini tidak tersentuh layanan pendidikan.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyebut perekrutan tidak memakai mekanisme pendaftaran siswa secara umum. Calon siswa diusulkan dan ditemukan langsung di lapangan.
Faiz menjelaskan, kelompok yang dibidik Sekolah Rakyat kerap tidak memiliki akses informasi dan administrasi untuk mendaftar sendiri. Karena itu, pemerintah daerah mengambil peran aktif menjangkau mereka.
“Sistem rekrutmen Sekolah Rakyat tidak menggunakan jalur pendaftaran siswa secara umum. Perekrutannya berdasarkan usulan serta temuan langsung di lapangan,” kata Faiz saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.
Dengan cara itu, bantuan pendidikan dari pemerintah daerah diharapkan tidak salah sasaran. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga miskin yang selama ini absen dari bangku sekolah.
Proses verifikasi calon siswa memadukan fakta lapangan dengan data usulan masyarakat. Pemkab Batang mengandalkan laporan petugas lapangan, masukan tokoh masyarakat, dan rekomendasi para kepala desa.
Para kades dinilai paling memahami peta kemiskinan dan kondisi warganya di tingkat RT/RW. Rekomendasi mereka menjadi pintu masuk utama sebelum nama calon siswa dibawa ke meja verifikasi.
Faiz menegaskan sinergi dengan pemerintah desa dan pejabat lokal menjadi kunci. Menurutnya, pola itu membuat Sekolah Rakyat bisa menjadi sarana pemerataan pendidikan tanpa terbentur kendala administratif.
“Melalui sinergi bersama pemerintah desa dan para pejabat lokal, Pemkab Batang optimistis Sekolah Rakyat mampu menjadi sarana pemerataan pendidikan yang efektif tanpa terbentur kendala administratif. Jadi, kita mengandalkan hasil temuan lapangan, usulan dari tokoh masyarakat, serta usulan dari para kepala desa,” ujarnya.
Warga yang merasa anaknya masuk kategori sasaran tidak perlu menunggu pengumuman pendaftaran. Usulan bisa disampaikan melalui kepala desa atau tokoh masyarakat setempat untuk diteruskan ke tim perekrut.
Pemkab Batang belum merinci jadwal penjaringan dan jumlah siswa yang akan ditampung pada angkatan kali ini. Namun arah kebijakannya sudah jelas: seleksi bergerak dari desa ke sekolah, bukan dari sekolah menunggu pendaftar.