BOJONG — Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman membuka perkemahan akbar tersebut di hadapan peserta yang datang dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal. Pembukaan Jumbara XVII menjadi penanda dimulainya pembinaan karakter kepalangmerahan di tingkat sekolah selama empat hari ke depan.
Kegiatan ini diikuti 46 kontingen dengan rincian 33 unit PMR Madya dari jenjang SMP/MTs dan 13 unit PMR Wira dari SMA/SMK/MA. Seluruh peserta berkumpul di Bumi Perkemahan Martoloyo sejak hari pertama untuk mengikuti rangkaian agenda.
Ischak menegaskan bahwa Jumbara bukan ajang kompetisi semata. Perkemahan dirancang sebagai sarana menempa kepedulian sosial generasi muda terhadap sesama.
"Nilai kemanusiaan, kesukarelaan, dan kepedulian jangan berhenti sebagai bacaan saat upacara. Tetapi harus hidup dalam keseharian," ujar Ischak saat membuka acara.
Orang nomor satu di Kabupaten Tegal itu juga meminta peserta menjaga sportivitas, disiplin, dan rasa persaudaraan. Menurutnya, pengalaman kemanusiaan lebih berharga daripada piala kemenangan.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo menjelaskan bahwa Jumbara XVII merupakan bagian dari sistem pembinaan berjenjang. Seluruh materi mengacu pada tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Rangkaian acara terbagi ke dalam tiga fokus utama, yaitu Jumpa, Bakti, dan Gembira. Panitia menyiapkan beragam agenda, mulai dari Youth Station, Aksi Cepat Tepat, hingga sarasehan edukatif.
Pada sesi khusus, panitia menghadirkan workshop bersama delegasi International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC). Sesi ini melengkapi pembekalan dari pengurus PMI Pusat dan PMI Provinsi Jawa Tengah.
Materi yang diberikan kepada peserta tidak berhenti pada teori dasar kepalangmerahan. Pembekalan dari PMI Pusat dan PMI Jawa Tengah memberi peserta gambaran tentang standar kerja relawan di lapangan.
Kehadiran delegasi IFRC menambah bobot pembinaan. Peserta mendapat kesempatan belajar langsung dari praktisi kemanusiaan tingkat internasional selama perkemahan berlangsung.
Jumbara XVII Kabupaten Tegal berakhir 9 November 2026. Hasil pembinaan empat hari diharapkan terbawa ke unit PMR masing-masing sekolah setelah peserta kembali ke daerahnya.