MAGELANG — Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Magelang Jatmiko menyebut para warga binaan mampu membuat aneka kerajinan berbahan limbah anorganik. Produk yang dihasilkan meliputi vas dan bunga dari plastik limbah, kerajinan kardus, pot dari galon bekas, kap lampu dari kardus dan sendok bekas, tas dari kemasan minyak goreng dan minuman kemasan, keset kain perca, hingga paving blok berbahan plastik cair.
Selain mengolah limbah anorganik, pelatihan saman jateng juga menyentuh bahan organik. Warga binaan dilatih membuat pupuk cair dari urine kelinci dan lindi yang telah diuji sebagai pupuk non-kimia.
Pupuk Cair dari Urine Kelinci dan Lindi
Jatmiko menjelaskan, pupuk cair hasil pelatihan telah melalui pengujian dan dinilai sangat baik bagi tanaman. Kandungannya menjadi alternatif pengganti pupuk kimia yang selama ini membebani petani dari sisi biaya.
"Selain memanfaatkan limbah an-organik, pelatihan saman jateng juga melakukan pelatihan saman jateng kepada para Warga binaan berbahan limbah organik yang menghasilkan pupuk cair dari urine kelinci dan lindi yang telah diuji sebagai pupuk non kimia yang sangat baik bagi tanaman," kata Jatmiko.
Petani Tertarik Pesan Pupuk Cair
Salah satu pengunjung, Suparto, mengapresiasi pelatihan yang diberikan kepada warga binaan. Menurut dia, kemampuan mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani.
"Karena saya seorang petani, saya tertarik membeli dan akan memesan pupuk cair untuk tanaman sayuran kami," ujar Suparto.
Bekal Keterampilan Sebelum Bebas
Kepala Lapas Magelang Agung Supriyanto menegaskan pihaknya terus meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Tujuannya memberi bekal keterampilan yang berguna selama menjalani masa pidana maupun setelah bebas nanti.
"Berbagai upaya tersebut diantaranya adalah pelatihan saman jateng yang mana memanfaatkan berbagai limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alternatif sehingga mampu menekan biaya penggunaan pupuk kimia," tegas Agung.
Pelatihan saman jateng di Lapas Magelang menempatkan limbah rumah tangga dan peternakan sebagai bahan baku utama. Warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman bahwa sampah sekitar bisa diubah menjadi sumber penghasilan.