Pencarian

PMI Kabupaten Tegal Gelar Uji Kecakapan Online bagi 2.501 Anggota PMR

Senin, 04 Mei 2026 • 19:55:01 WIB
PMI Kabupaten Tegal Gelar Uji Kecakapan Online bagi 2.501 Anggota PMR

SLAWI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal melaksanakan uji kecakapan bagi 2.501 anggota Palang Merah Remaja (PMR) secara daring pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan massal ini melibatkan relawan muda dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat Mula (SD), Madya (SMP), hingga Wira (SMA).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari sistem pembinaan berjenjang untuk memastikan standarisasi kompetensi relawan di wilayah Kabupaten Tegal. Meski berlangsung secara digital melalui ruang virtual, seluruh proses penilaian tetap mengacu sepenuhnya pada kurikulum pembinaan PMR nasional yang berlaku saat ini.

Sistem pengujian dilakukan secara desentralisasi di masing-masing unit sekolah atau unit PMR. Pola ini dipilih untuk menjaga efektivitas pelaksanaan di lapangan, namun tetap berada di bawah pengawasan ketat berbasis sistem daring guna menjamin integritas hasil ujian para peserta.

Empat Kompetensi Utama Standar Nasional PMR

Materi pengujian dalam agenda tahunan ini mencakup empat kompetensi inti yang wajib dikuasai oleh setiap relawan muda. Keempat poin tersebut adalah Pertolongan Pertama (PP), Kesehatan Remaja, Donor Darah, serta kepemimpinan. Penguasaan materi ini menjadi syarat mutlak bagi anggota untuk naik ke jenjang kecakapan berikutnya.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, menjelaskan bahwa uji kecakapan ini dirancang untuk memotret sejauh mana pemahaman teori dan keterampilan teknis anggota di lapangan. Standar penilaian tidak dikurangi meskipun metode penyampaiannya mengalami transformasi ke bentuk digital.

Setiap tingkatan, baik Mula, Madya, maupun Wira, mendapatkan porsi soal dan tingkat kesulitan praktik yang berbeda sesuai dengan kapasitas usia dan peran mereka dalam organisasi. Hal ini bertujuan agar regenerasi relawan di Kabupaten Tegal memiliki basis data kompetensi yang terukur dan valid.

Teknis Pengujian: Dari Teori Google Form hingga Praktik

Proses pengujian dibagi ke dalam dua tahapan krusial. Tahap pertama difokuskan pada pendalaman teori melalui platform Google Form. Pada fase ini, peserta diuji mengenai pengetahuan dasar kepalangmerahan, sejarah gerakan internasional, hingga prosedur medis dasar yang sesuai dengan tingkatan mereka.

"Proses pengujian dibagi ke dalam dua tahap utama. Tahap pertama merupakan uji tertulis yang dilakukan melalui platform Google Form untuk mendalami pemahaman teori peserta. Selanjutnya, pada tahap kedua, peserta mengikuti uji praktik," kata Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo.

Uji praktik dilakukan dengan pengawasan instruktur yang memantau pergerakan dan ketepatan tindakan peserta melalui koordinasi daring. Integrasi teknologi ini memungkinkan PMI Kabupaten Tegal melakukan evaluasi massal dalam satu waktu tanpa terkendala jarak geografis antar sekolah di wilayah Tegal.

Penguatan Karakter Relawan Muda di Jawa Tengah

Pelaksanaan uji kecakapan ini juga menjadi sinyal penguatan karakter bagi generasi muda di Jawa Tengah, khususnya dalam bidang kemanusiaan. Dengan jumlah peserta mencapai 2.501 orang, PMI Kabupaten Tegal berupaya menciptakan ekosistem relawan yang siap diterjunkan dalam situasi darurat maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selain aspek teknis medis, materi kepemimpinan menjadi salah satu poin yang ditekankan. Harapannya, para anggota PMR tidak hanya mahir dalam memberikan pertolongan pertama, tetapi juga mampu menjadi penggerak sebaya (peer educator) di lingkungan sekolah masing-masing.

Hasil dari uji kecakapan ini nantinya akan menjadi dasar pemberian tanda kecakapan bagi anggota PMR. Data kompetensi peserta juga akan diinput ke dalam sistem database pembinaan relawan PMI untuk mempermudah pemetaan kekuatan personel saat dibutuhkan dalam operasi kemanusiaan di masa depan.

Bagikan
Sumber: puskapik.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks