Pencarian

DPR RI Pantau Proyek Sekolah Rakyat Jepara, Target Selesai Juni 2026

Senin, 04 Mei 2026 • 20:00:01 WIB
DPR RI Pantau Proyek Sekolah Rakyat Jepara, Target Selesai Juni 2026

JEPARA — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid memantau langsung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Sabtu (2/5/2026). Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 10,2 hektar tersebut kini telah mencapai progres fisik 50 persen.

Pembangunan lembaga pendidikan khusus siswa keluarga miskin ini merupakan salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto di bawah naungan Kementerian Sosial. Saat ini, aktivitas belajar mengajar para siswa masih ditempatkan sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Pecangaan sembari menunggu gedung permanen tuntas.

Dalam kunjungannya, Abdul Wachid didampingi Wakil Bupati Jepara M Ibnu Hajar, Kepala Dinsospermades Jepara Muh Ali, serta anggota DPRD Jepara Fraksi Gerindra M Harisman Fauzan.

Target Rampung Lebih Cepat dari Jadwal

Proyek Sekolah Rakyat di Desa Suwawal Timur ini mulai dikerjakan sejak Desember 2025 dengan target awal penyelesaian selama delapan bulan atau pada Juli 2026. Namun, kondisi cuaca yang mendukung di wilayah Jepara memungkinkan pengerjaan selesai lebih awal.

"Informasi pelaksana proyek, pembangunan Sekolah Rakyat ini bisa rampung Juni. Kami ingin memastikan progresnya berjalan sesuai jadwal dan kualitas mutu bangunannya terjaga," ujar Abdul Wachid di lokasi proyek.

Legislator asal Jepara ini menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan karena Sekolah Rakyat merupakan mitra kerja langsung Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Sosial. Menurutnya, progres pembangunan saat ini sangat menggembirakan dan menunjukkan tren positif.

Fasilitas Lengkap Boarding School di Lahan 10 Hektar

Sekolah Rakyat ini dirancang dengan konsep sekolah berasrama atau boarding school. Total terdapat 27 gedung yang sedang dibangun secara simultan untuk mendukung ekosistem pendidikan yang komprehensif bagi siswa kurang mampu.

Fasilitas yang tersedia mencakup gedung sekolah, asrama siswa, gedung olahraga, ruang pertemuan, hingga tempat ibadah. Selain itu, pengembang juga membangun area dapur, ruang terbuka hijau, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya di dalam kompleks seluas 10,2 hektar tersebut.

"Kami turun langsung memantau karena ini menyangkut kualitas pendidikan anak-anak kita dari keluarga miskin. Fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari ruang kelas hingga asrama dan ruang terbuka hijau," tambah Abdul Wachid.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pendidikan

Kehadiran Sekolah Rakyat di Bumi Kartini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas yang setara. Sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan pemerintah daerah menjadi kunci keberlanjutan program ini.

Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinsospermades terus berkoordinasi untuk memastikan transisi siswa dari lokasi sementara di BLK Pecangaan ke gedung baru berjalan lancar setelah serah terima bangunan dilakukan. Pengawasan kualitas bangunan menjadi prioritas utama agar gedung dapat digunakan dalam jangka panjang.

Hingga memasuki pekan pertama Mei, para pekerja konstruksi masih melakukan penyelesaian pada struktur atas bangunan dan instalasi fasilitas pendukung. Jika target Juni 2026 tercapai, gedung ini siap digunakan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks