KUDUS — Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi memulai ajang Hydroplus Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Tengah 2026 di GOR Djarum, Kudus. Turnamen bergengsi ini menjadi seri kedua dalam kalender nasional setelah sebelumnya sukses terselenggara di Surabaya.
Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas pertandingan telah siap sepenuhnya. Pihaknya melakukan persiapan matang, mulai dari survei arena hingga instalasi perangkat pertandingan digital untuk memastikan kompetisi berjalan standar nasional.
“Seluruh aspek, mulai dari survei GOR hingga pemasangan perangkat pertandingan, telah dikomunikasikan dan dipersiapkan sejak awal,” ujar Ricky Soebagdja dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026).
Regenerasi Atlet dan Target Asia Junior Championships
Ajang Sirnas A Jateng 2026 mempertandingkan 15 nomor dari sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, hingga ganda campuran. Kelompok usia yang bertanding dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni remaja (U-17), taruna (U-19), dan dewasa.
Ricky menekankan bahwa turnamen ini merupakan pilar penting dalam proses regenerasi atlet nasional. PBSI membidik lahirnya talenta baru yang mampu menjaga estafet prestasi bulutangkis Indonesia di kancah internasional melalui kompetisi yang kompetitif.
“Kami berharap akan muncul atlet-atlet muda potensial yang mampu menunjukkan performa terbaiknya di setiap seri Sirnas,” kata peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 tersebut.
Sementara itu, Pelatnas PBSI mengirimkan sembilan wakilnya untuk bertarung di kategori dewasa. Kepala Pelatih Ganda Putri Pratama Pelatnas PBSI, Ade Lukas, menyebut ajang ini sebagai pemanasan krusial sebelum atlet terbang ke Jepang.
“Turnamen ini kami manfaatkan untuk memantau performa atlet, khususnya dalam menghadapi lawan-lawan yang lebih senior. Fokus kami adalah melihat kesiapan mereka menuju Asia Junior Championships 2026 di Yatsushiro, Juni mendatang,” tutur Ade Lukas.
Kudus Sebagai Sentra Pembinaan Bulutangkis Dunia
Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, mengapresiasi penunjukan Kudus sebagai tuan rumah. Menurutnya, Kudus memiliki nilai historis dan infrastruktur yang mumpuni untuk melahirkan atlet kelas dunia.
Dukungan sponsor seperti Hydroplus dan Bakti Olahraga Djarum Foundation dinilai memperkuat ekosistem pembinaan di daerah. Basri optimistis momentum ini akan memicu pemerataan prestasi atlet, khususnya bagi putra daerah Jawa Tengah.
“Kudus bukan hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam melahirkan atlet bulutangkis berprestasi level dunia,” tegas Basri Yusuf.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama enam hari pertandingan. Sirnas A di Kudus ini diharapkan menjadi tolok ukur pembinaan klub-klub di daerah dalam mencetak bibit unggul yang siap naik ke level profesional.
Pertandingan di GOR Djarum ini dijadwalkan berlangsung intensif mulai pagi hingga malam hari. Masyarakat dapat menyaksikan langsung perjuangan para atlet muda Indonesia ini secara gratis di arena pertandingan dengan tetap mengikuti protokol yang ditetapkan panitia.