Pencarian

Wali Kota Semarang Pastikan Logistik 11 Korban Longsor Kalialang Aman

Rabu, 06 Mei 2026 • 11:26:57 WIB
Wali Kota Semarang Pastikan Logistik 11 Korban Longsor Kalialang Aman
Wali Kota Semarang memastikan logistik bagi 11 korban longsor Kalialang dalam kondisi aman.

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang mulai menyalurkan bantuan logistik dan menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang bagi korban tanah longsor di kawasan Kalialang, Kecamatan Gunungpati. Langkah ini diambil setelah pergerakan tanah di wilayah tersebut kian membahayakan bangunan rumah warga.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Selasa (5/5/2026). Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan 11 jiwa dari empat kepala keluarga yang mengungsi mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak.

“Yang paling penting saat ini warga dalam kondisi aman. Kami tidak ingin penanganan ini berlarut. Apa yang bisa dilakukan di tingkat kota, langsung kami kerjakan agar warga tidak harus menunggu,” ujar Agustina di sela peninjauan lokasi.

Jaminan Logistik dan Fasilitas Pengungsian Layak

Pemkot Semarang telah menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk siaga memantau perkembangan di lapangan. Selain pemenuhan pangan harian, akses air bersih menjadi poin utama yang dipastikan tetap tersedia bagi para pengungsi.

Agustina meminta jajarannya memanfaatkan fasilitas umum di sekitar lokasi sebagai tempat pengungsian. Ia menekankan agar lokasi tersebut dirancang senyaman mungkin guna menjaga kondisi psikologis warga yang harus meninggalkan rumah mereka.

Ketua RT setempat, Sabar Wahyudi, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap seiring dengan memburuknya kondisi stabilitas tanah. Menurutnya, kesadaran warga untuk mengungsi lebih awal berhasil mencegah adanya korban jiwa dalam musibah ini.

“Setelah kejadian itu, warga yang terdampak langsung kami ungsikan satu per satu. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ungkap Sabar.

Perbaikan Talut dan Koordinasi Lintas Sektoral

Mengingat lokasi longsor berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), Pemkot Semarang tidak bisa bergerak sendiri. Koordinasi intensif mulai dijalin dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk penanganan teknis yang bersinggungan dengan kewenangan pusat.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah mengusulkan penguatan struktur tanah melalui pembangunan talut atau bronjong di titik-titik rawan. Hal ini bertujuan untuk menahan laju erosi dan mencegah terjadinya longsor susulan di masa mendatang.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, kebutuhan terpenuhi, dan ada kepastian bahwa penanganan ini terus berjalan,” pungkas Agustina.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks