SEMARANG — Sebanyak 67 personel satuan pengamanan (satpam) di bawah naungan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Semarang menjalani pelatihan intensif untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Agenda ini dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada Senin dan Rabu pekan ini, bertempat di kantor PLN UP3 Semarang.
Langkah penguatan kompetensi tersebut menyasar peningkatan profesionalisme garda terdepan perusahaan. Manajemen membagi pelatihan ke dalam sesi teori dan praktik lapangan guna memastikan setiap petugas mampu merespons potensi gangguan keamanan maupun operasional secara cepat dan tepat.
Empat Materi Utama: Dari Tanggap Darurat hingga Pelayanan Prima
Dalam pelatihan ini, para personel menerima empat materi krusial yang menjadi standar prosedur pengamanan. Pertama, penguatan kompetensi dasar terkait prosedur pengamanan aset perusahaan. Kedua, simulasi tanggap darurat untuk menguji kesiapan fisik dan mental personel saat menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Selain aspek keamanan fisik, PLN juga menekankan pentingnya pelayanan prima. Petugas diajarkan teknik melayani pelanggan dengan ramah tanpa mengesampingkan aspek kedisiplinan. Hal ini dilakukan karena satpam merupakan sosok pertama yang ditemui masyarakat saat berkunjung ke kantor pelayanan PLN.
Pelatihan rutin ini menjadi bagian dari implementasi budaya keselamatan (safety culture) yang ketat di lingkungan kerja PLN. Perusahaan menuntut seluruh lini, termasuk tenaga pengamanan, agar tetap adaptif terhadap situasi yang dinamis di sektor ketenagalistrikan.
Peran Strategis Satpam dalam Menjaga Keandalan Listrik
Manager PLN UP3 Semarang, Ricki Yakop, menegaskan bahwa peran petugas pengamanan sangat vital bagi keberlangsungan bisnis perusahaan. Satpam tidak hanya bertugas menjaga aset fisik, tetapi juga menjamin rasa aman bagi seluruh pegawai dan pelanggan yang berada di lingkungan kerja PLN.
“Hari Buruh mengingatkan kita bahwa setiap peran, termasuk petugas pengamanan, memberikan kontribusi vital bagi keberlangsungan bisnis. Melalui pelatihan ini, kami memastikan seluruh personel memiliki kompetensi mumpuni dan sigap dalam memberikan pelayanan terbaik,” jelas Ricki.
Momentum Hari Buruh tahun ini dimanfaatkan manajemen sebagai ruang apresiasi sekaligus evaluasi kapasitas mitra kerja. PLN UP3 Semarang optimistis, melalui peningkatan kapasitas SDM yang berkelanjutan, layanan kelistrikan bagi masyarakat Jawa Tengah dapat tetap andal dan aman.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, 67 personel tersebut diharapkan langsung menerapkan standar baru dalam pengawasan aset-aset strategis kelistrikan di Semarang dan sekitarnya.