Pencarian

Wali Kota Semarang Agustina Apresiasi Guru SMP Nasima Juara Lomba Cipta Mars MTQ Nasional ke-31

Jumat, 22 Mei 2026 • 13:53:04 WIB
Wali Kota Semarang Agustina Apresiasi Guru SMP Nasima Juara Lomba Cipta Mars MTQ Nasional ke-31
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberikan apresiasi atas prestasi guru SMP Nasima dalam lomba cipta mars MTQ Nasional ke-31.

SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng langsung menyampaikan apresiasi begitu mendengar kabar itu. Ia menilai prestasi ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan penanda kuat bahwa gelaran MTQ Nasional tahun ini benar-benar melekat dengan identitas kota.

“Ini kabar yang sangat membanggakan. Kita patut bersyukur karena tuan rumahnya Kota Semarang, pemenangnya juga putra terbaik Kota Semarang,” ujar Agustina, Rabu (20/5/2026).

Mars Ciptaan Guru Seni Musik Itu Akan Dinyanyikan di MTQ Nasional

Sri Husodo yang akrab disapa Dodo mengaku bersyukur atas pencapaiannya. Ia berharap mars ciptaannya bisa memberi semangat bagi seluruh kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya bersyukur, senang bisa juara satu. Karya itu nantinya bermanfaat karena MTQ Nasional akan dilaksanakan di Kota Semarang September mendatang, dan lagu itu insyaallah akan digunakan untuk acara tersebut,” ujar guru seni musik SMP Nasima tersebut.

Spirit Generasi Qur’ani Jadi Tema Utama Mars

Dodo menjelaskan, mars yang ia ciptakan membawa semangat membangun generasi Qur’ani. Tema ini dinilai selaras dengan tema besar MTQ Nasional ke-31, “Bersama dalam Harmoni, Rukun Menjaga Bumi”.

“Spirit-nya menyemangati generasi Qur’ani. Nilai-nilai Al-Qur’an sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungan dan semesta raya, semua itu saya masukkan ke dalam marsnya,” jelasnya.

Ia berharap lagu tersebut mampu menginspirasi peserta untuk menebar kebaikan. “Dengan mendengarkan lagu itu, peserta bisa semangat menebar kebaikan di muka bumi sesuai temanya,” imbuhnya.

Kementerian Agama Dorong Kolaborasi Dakwah dan Seni

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan lomba ini merupakan bagian dari upaya memperluas syiar Al-Qur’an melalui pendekatan seni yang inspiratif. Menurutnya, lomba semacam ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara dakwah dan kreativitas.

“Kementerian Agama berharap, ke depan semakin banyak karya kreatif yang lahir dari masyarakat untuk mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan membangun,” tandasnya.

Agustina menambahkan, capaian Sri Husodo menjadi bukti bahwa Kota Semarang memiliki sumber daya kreatif yang mampu menghadirkan karya inspiratif untuk panggung nasional. “Bukan hanya tempat penyelenggaraannya, tetapi juga roh kreatif yang mengiringinya lahir dari kota ini,” imbuhnya.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks