BATANG — Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meluncurkan program Indomaret Fresh di Alun-alun Batang pekan lalu. Program ini menandai dimulainya kerja sama antara pemerintah daerah dengan jaringan ritel modern untuk menyerap hasil panen kelengkeng petani setempat.
Tidak hanya sekadar menjual, kerja sama ini juga mencakup pendampingan teknis dari hulu ke hilir. Indomaret mengajari petani cara memetik, membersihkan, hingga mengemas buah agar sesuai standar pasar modern.
10.000 Pohon Siap Produksi, Target Pasok 5 Ton Per Minggu
Data dari Pemkab Batang mencatat, sekitar 10.000 pohon kelengkeng tersebar di beberapa desa siap memproduksi secara berkelanjutan. Target pasokan awal mencapai 5 ton per minggu untuk wilayah Jawa Tengah dan Jakarta.
Buah yang dipasarkan memiliki branding khusus, yaitu "Kelengkeng Kabupaten Batang". Branding ini menjadi pembeda sekaligus nilai tambah untuk bersaing dengan buah impor di pasar modern.
Peran PSDKU Undip dan Petani Milenial
Keberhasilan ini tidak instan. Pusat Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (Undip) Kampus Bandar memberikan bimbingan teknis budidaya hingga pasca-panen kepada petani.
Pemberdayaan petani milenial menjadi kunci kesinambungan pasokan. Pola tanam yang tersebar di beberapa titik memastikan produksi tetap berjalan sepanjang musim.
Bisa Jadi Inspirasi bagi Daerah Pantura Lain
Terobosan Batang dinilai bisa menginspirasi kabupaten/kota tetangga di jalur pantura barat. Potensi buah daerah lain seperti durian Pekalongan dan nanas madu Pemalang dinilai memiliki peluang serupa untuk menembus pasar ritel modern.
Jika pola ini dikembangkan, bukan tidak mungkin kawasan pantura barat akan menjadi pemasok utama buah segar di pasar nasional dan mampu bersaing langsung dengan produk impor.