TEMANGGUNG — Kepala Disbudpar Kabupaten Temanggung Supriyanto menegaskan pembinaan kini difokuskan pada tata kelola destinasi dan prioritas keselamatan pengunjung. Langkah ini diambil setelah insiden tragis di Posong yang menewaskan satu keluarga, yang hingga saat ini penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
Bukan Hanya Posong, Seluruh Destinasi Wisata Dievaluasi
Supriyanto menekankan bahwa pembinaan tidak hanya menyasar objek wisata Posong, melainkan mencakup seluruh destinasi di Kabupaten Temanggung. "Pembinaan tersebut tidak hanya difokuskan pada objek wisata Posong, yang beberapa hari lalu terjadi insiden satu keluarga meninggal dunia yang belum diketahui penyebabnya, tetapi mencakup seluruh destinasi wisata dengan penekanan pada tata kelola dan aspek keselamatan wisatawan," ujarnya di Temanggung, Rabu.
Risiko Melekat di Setiap Aktivitas Wisata
Menurut dia, setiap aktivitas wisata memiliki risiko bawaan yang tidak boleh diabaikan. Baik pengunjung maupun pengelola objek wisata diharapkan tidak mengabaikan faktor keselamatan dalam setiap kegiatan yang dilakukan.
"Kami lebih meningkatkan pembinaan terkait tata kelola destinasi wisata, yang paling utama adalah bagaimana aspek keselamatan wisatawan dapat menjadi prioritas bersama," kata Supriyanto.
Pemantauan Dampak Berlangsung Tiga Bulan ke Depan
Disbudpar Kabupaten Temanggung akan memantau dampak insiden Posong terhadap sektor pariwisata dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan. Pihaknya berharap kejadian tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kunjungan wisata secara keseluruhan di wilayah tersebut.
Langkah antisipatif ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus memastikan destinasi di Temanggung tetap aman dikunjungi, terutama saat libur sekolah yang biasanya meningkatkan jumlah pengunjung.