Pencarian

Pertamina Patra Niaga Buktikan Teknologi Bioflok dan PLTS Bisa Genjot Ketahanan Pangan di Dumai

Minggu, 07 Juni 2026 • 19:35:31 WIB
Pertamina Patra Niaga Buktikan Teknologi Bioflok dan PLTS Bisa Genjot Ketahanan Pangan di Dumai
Warga Kelurahan Mundam memanen ikan nila menggunakan teknologi bioflok yang efisien di Dumai.

JAWA TENGAH — Pertamina Patra Niaga melalui program Community Involvement and Development (CID) tidak hanya bicara soal stok pangan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang mandiri. Salah satu proyek percontohan yang menjadi bukti nyata berada di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau. Di kawasan pesisir ini, perusahaan memperkenalkan metode budidaya ikan nila yang memanfaatkan sistem bioflok.

Dari Bergantung Laut Kini Punya Alternatif Penghasilan

Sebelum program ini hadir, warga setempat menghadapi sejumlah kendala klasik. Mulai dari ketergantungan tinggi pada cuaca yang sering tidak menentu, terbatasnya sarana perikanan tradisional, hingga ancaman abrasi pantai yang merusak area pemukiman dan mata pencaharian. Metode budidaya konvensional pun dinilai terlalu lama masa tunggu panennya.

Melalui sistem bioflok, masyarakat bisa memanen ikan nila dalam kurun waktu empat hingga enam bulan. Metode ini terbukti lebih efisien dan stabil dibandingkan harus melaut di tengah ketidakpastian kondisi alam.

Integrasi Energi Surya, Biaya Operasional Terpangkas

Yang membuat program ini berbeda adalah integrasi dengan energi terbarukan. Fasilitas budidaya tersebut dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp. PLTS ini digunakan untuk mendukung operasional alat-alat budidaya, dan hasilnya, biaya operasional yang harus dikeluarkan kelompok masyarakat bisa ditekan secara signifikan.

Sinergi antara teknologi pangan dan energi hijau ini memberikan dampak ganda. Selain keuntungan ekonomi yang lebih besar, warga juga turut berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi karbon.

Dampak Langsung ke Meja Makan Warga

Salah satu penerima manfaat, Asih, yang tergabung dalam Kelompok Habonaron, merasakan langsung perubahan ini. Ia mengungkapkan bahwa bantuan dari perusahaan telah membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak-anaknya. "Hasil dari kegiatan peternakan yang kami kelola kini bisa diandalkan untuk menyediakan sarapan bergizi bagi buah hati," kata Asih.

Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan yang dirancang dengan tepat tidak hanya menyediakan stok pangan, tetapi juga menciptakan solusi nyata bagi kebutuhan dasar rumah tangga. Pertamina Patra Niaga berharap model pemberdayaan berbasis teknologi dan ramah lingkungan ini bisa terus berkembang dan menginspirasi wilayah pesisir lain di Indonesia.

Bagikan
Sumber: inikata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks