JEPARA — Antusiasme warga Jepara terhadap program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) melampaui ekspektasi. Data sementara dari Dinsospermasdes Jepara menunjukkan lonjakan pendaftar yang signifikan di jenjang SMP dan SMA, jauh melebihi daya tampung yang telah ditetapkan.
Pendaftar SMP Tembus 167 Anak, Kuota Hanya 90
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin (PSFM) Dinsospermasdes Jepara, Tri Mulyo Mardi Santoso, mengungkapkan bahwa dari total kuota 90 siswa per jenjang, pendaftar SMP mencapai 167 anak. Sementara itu, peminat untuk jenjang SMA tercatat 107 siswa.
“Dari kuota 90 siswa, untuk SMP dari data terakhir yang berminat 167 anak, dan untuk yang SMA yang berminat 107 siswa,” ujar Tri, Senin lalu.
SD Sepi Peminat, Baru 51 Anak Mendaftar
Kondisi sebaliknya terjadi pada jenjang SD. Hingga saat ini, baru 51 calon siswa yang mendaftar, masih kurang 39 siswa dari kuota 90 yang tersedia. Menurut Tri, rendahnya jumlah pendaftar SD dipengaruhi faktor usia calon peserta didik.
Kepala Dinsospermasdes Jepara, Moh Ali, menambahkan bahwa proses asesmen terhadap calon siswa dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 masih terus berjalan. “Proses rekrutmen ini sedang berjalan, kita sudah lakukan asesmen, calon siswa SMP dan SMA ini melebihi kuota,” kata Moh Ali.
Opsi Perangkingan dan Rapat Internal untuk Atasi Kelebihan Kuota
Menghadapi kelebihan peminat di jenjang SMP dan SMA, Dinsospermasdes Jepara akan menggelar rapat internal pada Senin pekan ini. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melakukan perangkingan terhadap calon siswa jika jumlah pendaftar tetap melebihi kuota.
“Terkait jumlah siswa yang over, Senin kita rapatkan dulu di internal. Karena untuk siswa SD ini jumlahnya juga masih kurang, sehingga kita rapatkan dulu,” jelas Tri.
Gedung Sekolah Ditargetkan Rampung Juni 2026
Pembangunan fisik Gedung Sekolah Rakyat Terpadu di Buper Pakis Adhi, Kecamatan Pakis Aji, masih berlangsung. Proyek ini ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, dan sekolah direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.