Pencarian

Jalan Penghubung Sukolilo–Kayen di Pati Rusak Sejak Era Orde Baru, Warga Tompe Gunung Minta Prioritas Perbaikan di APBD 2026

Kamis, 11 Juni 2026 • 03:03:31 WIB
Jalan Penghubung Sukolilo–Kayen di Pati Rusak Sejak Era Orde Baru, Warga Tompe Gunung Minta Prioritas Perbaikan di APBD 2026
Warga Tompe Gunung mengajukan perbaikan jalan penghubung Sukolilo–Kayen yang rusak sejak Orde Baru.

PATI — Aspirasi warga Tompe Gunung itu mengemuka saat audiensi dengan DPUTR Kabupaten Pati, Selasa (9/6/2026). Perwakilan warga, Sumarlan, mengungkapkan bahwa dari total panjang jalan yang rusak, baru satu kilometer yang pernah tersentuh pembangunan.

“Jalan itu sudah rusak sejak saya masih SD, puluhan tahun lalu. Ada yang pernah disentuh pembangunan, tapi banyak yang belum sama sekali. Padahal itu jalur PU, bukan jalan desa,” ujarnya.

Jalur Vital yang Terabaikan Sejak Orde Baru

Bagi warga setempat, ruas Tompe Gunung bukan sekadar akses desa, melainkan urat nadi penghubung dua kecamatan, Sukolilo dan Kayen. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang kerap membahayakan pengguna jalan, terutama pelajar dan pengendara roda dua.

“Harapan masyarakat sederhana, jangan sampai ada korban lagi. Anak-anak sekolah tiap hari lewat situ, kadang mereka jatuh karena kondisi jalan buruk,” kata Sumarlan.

DPUTR: Belum Masuk Paket Perbaikan Rp210 Miliar

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menjelaskan bahwa ruas Tompe Gunung tidak termasuk dalam 54 titik jalan yang telah masuk paket perbaikan senilai Rp210 miliar dari APBD 2026.

“Yang dari Tompe itu tidak masuk plot 54 titik dan tidak masuk anggaran Rp210 miliar. Namun memang kondisinya rusak, sehingga akan kami coba usulkan di Perubahan APBD 2026,” kata Hasto, Rabu (10/6/2026).

Hasto menambahkan, realisasi usulan tersebut masih bergantung pada keputusan pimpinan daerah dan persetujuan DPRD Kabupaten Pati. “Semua kembali ke kebijakan Pak Kepala Dinas, Pak Plt Bupati, dan tentu perlu persetujuan DPRD juga,” ujarnya.

Germap Akan Kawal Hingga Masuk Prioritas

Bagi warga Tompe Gunung, jawaban itu tidak melegakan. Mereka menilai jalan tersebut sudah terlalu lama diabaikan, padahal menjadi akses vital masyarakat di wilayah pegunungan Sukolilo bagian selatan. Koordinator Germap, Yayak Gundul, menegaskan bahwa laporan jalan rusak dari masyarakat akan terus diperjuangkan.

“Kalau masyarakat sudah puluhan tahun menunggu, pemerintah harus memberi kepastian. Jalan itu bukan sekadar aspal, tapi urat nadi ekonomi dan pendidikan warga,” tegasnya.

Germap menyatakan akan terus mengawal laporan warga agar tidak berhenti di meja audiensi dan benar-benar masuk prioritas pembangunan daerah.

Bagikan
Sumber: lingkar.news

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks