SEMARANG — Keputusan Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 pada awal pekan ini langsung memicu kekhawatiran pengusaha. Apindo menilai langkah itu menambah daftar tekanan dunia usaha, mulai dari pelemahan rupiah hingga biaya logistik yang terus merangkak.
"Biaya transportasi dan distribusi adalah komponen penting dalam aktivitas bisnis. Ketika harga BBM naik, pengusaha harus menanggung kenaikan biaya pengiriman bahan baku maupun distribusi produk ke konsumen," demikian pernyataan yang diterima redaksi, Selasa (18/2).
UMKM Paling Rentan Terjepit
Apindo menyoroti nasib usaha mikro, kecil, dan menengah. Menurut mereka, UMKM memiliki ruang penyesuaian harga yang terbatas. Kenaikan biaya operasional tidak bisa dibebankan ke konsumen karena daya beli masyarakat belum pulih.
Akibatnya, margin keuntungan semakin tipis. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memaksa sebagian UMKM mengurangi produksi atau tutup. Sektor yang paling terancam adalah perdagangan, manufaktur, serta makanan dan minuman yang bergantung pada transportasi.
Kelas Menengah Ikut Tertekan
Kelas menengah juga diperkirakan merasakan dampak langsung. Sebagian besar pengguna Pertamax adalah pekerja, profesional, dan pelaku usaha yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.
Apindo menilai kenaikan BBM akan mengalihkan sebagian pendapatan rumah tangga ke pos transportasi. "Jika ini berlangsung lama, konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi bisa melambat," tulis Apindo.
Efek Berantai ke Harga Barang dan Jasa
Pengamat ekonomi yang dimintai pendapat Apindo memperingatkan efek domino. Biaya logistik yang meningkat berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa di berbagai sektor. Meskipun belum otomatis memicu lonjakan inflasi, pelaku usaha harus menyesuaikan strategi bisnis agar efisien dan kompetitif.
Kekhawatiran ini muncul di tengah tekanan global dan domestik. Pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi dunia, dan tingginya biaya logistik menjadi tantangan berat yang harus dihadapi sepanjang tahun ini.
Harapan pada Insentif Pemerintah
Apindo mendorong pemerintah mencermati dampak kebijakan energi terhadap sektor produktif, khususnya UMKM. Dukungan berupa insentif, kemudahan pembiayaan, hingga program peningkatan produktivitas dinilai penting agar pelaku usaha bertahan.
Pelaku usaha memahami bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi adalah mekanisme pasar yang dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar. Namun, mereka berharap dampaknya bisa diminimalkan melalui kebijakan pendamping yang tepat sasaran.