KLATEN — Sebanyak 48 warga mengikuti pelatihan potong rambut yang digelar Baznas Kabupaten Klaten. Program ini masuk dalam skema Perekonomian Produktif Baznas untuk tahun anggaran 2026.
Kepala Baznas Klaten, Ahmad Zaini, mengatakan pelatihan ini tidak sekadar kursus singkat. Peserta akan dibimbing selama hampir lima bulan, dari 15 Juni hingga 7 November 2026.
Mengapa Pelatihan Berlangsung Lima Bulan?
Durasi panjang ini dinilai perlu agar peserta benar-benar menguasai teknik potong rambut, bukan hanya teori dasar. Baznas menargetkan lulusan pelatihan bisa langsung membuka usaha atau bekerja di salon.
“Kami ingin peserta benar-benar siap secara mental dan keterampilan. Bukan sekadar ikut pelatihan lalu selesai,” ujar Ahmad Zaini.
Program Perekonomian Produktif Baznas
Pelatihan potong rambut adalah salah satu dari sejumlah program pemberdayaan ekonomi Baznas Klaten. Selain barber, ada pelatihan tata boga, menjahit, dan servis elektronik yang sudah berjalan sebelumnya.
Peserta berasal dari berbagai desa di Klaten. Mereka diseleksi berdasarkan kriteria ekonomi keluarga dan kesediaan mengikuti pelatihan hingga tuntas.
Dampak bagi Warga
Dengan keterampilan ini, warga diharapkan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. Mereka bisa membuka jasa potong rambut di rumah atau bekerja di salon-salon di kota.
“Saya ingin punya penghasilan sendiri. Selama ini hanya jadi buruh tani kalau ada yang butuh,” kata Siti, salah satu peserta asal Kecamatan Wonosari.
Baznas juga menyediakan peralatan potong rambut bagi peserta yang lulus. Ini menjadi modal awal untuk memulai usaha.
Jadwal dan Lokasi Pelatihan
Pelatihan digelar di aula Baznas Klaten setiap hari Senin dan Kamis. Setiap pertemuan berlangsung selama tiga jam, dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Instruktur didatangkan dari akademi tata rambut di Solo. Mereka mengajarkan teknik dasar hingga gaya potong modern yang sedang tren.
Baznas berencana menggelar pelatihan serupa di kecamatan lain tahun depan. Targetnya, setiap desa memiliki setidaknya dua warga yang terampil potong rambut.