Pencarian

BUMDes Maju Makmur Sukoharjo Panen Raya Jagung di Lahan Tepi Bengawan Solo, Target Jadi Agrowisata Edukasi

Jumat, 19 Juni 2026 • 14:38:01 WIB
BUMDes Maju Makmur Sukoharjo Panen Raya Jagung di Lahan Tepi Bengawan Solo, Target Jadi Agrowisata Edukasi
Petani BUMDes Maju Makmur panen jagung di lahan tepi Bengawan Solo, Sukoharjo.

SUKOHARJO — Kawasan tepi Sungai Bengawan Solo di Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, kini berubah wajah. Lahan yang sebelumnya tidak produktif itu berhasil disulap menjadi area pertanian terpadu yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur.

Hasilnya, panen raya jagung baru saja berlangsung. Kepala Desa Ngasinan, Purwadi, mengonfirmasi langsung keberhasilan panen perdana ini saat ditemui di lokasi, baru-baru ini.

Dari Lahan Tidur ke Lumbung Pangan Desa

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok tani setempat. Lahan di bantaran sungai yang selama ini dibiarkan terbengkalai, dibersihkan dan diolah secara bertahap.

Purwadi menyebut, program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen. Tujuan utamanya adalah membangun kemandirian pangan desa sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

Panen Raya Jadi Bukti Awal Keberhasilan

Panen raya jagung kali ini dinilai sebagai indikator awal bahwa lahan tepi sungai memiliki potensi besar jika dikelola dengan serius. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani binaan BUMDes mengaku optimistis dengan musim tanam berikutnya.

“Kami melihat antusiasme warga sangat tinggi. Ini menjadi modal sosial yang penting untuk pengembangan ke depan,” ujar Purwadi.

Target: Agrowisata untuk Edukasi dan Ekonomi Desa

Pemerintah Desa Ngasinan tidak berhenti pada panen jagung. Kawasan pertanian terpadu ini diproyeksikan menjadi destinasi agrowisata yang mendukung perekonomian desa sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Rencananya, area tersebut akan dilengkapi dengan jalur trekking, area belajar bercocok tanam, dan pusat penjualan hasil bumi. Purwadi menambahkan, konsep agrowisata ini diharapkan bisa menarik pengunjung dari luar kecamatan, terutama pelajar dan komunitas pecinta alam.

“Kami ingin warga dan anak-anak sekolah bisa belajar langsung tentang pertanian, mulai dari proses menanam hingga panen. Ini edukasi nyata yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas,” jelasnya.

Dengan keberhasilan panen perdana ini, BUMDes Maju Makmur kini tengah menyusun jadwal tanam untuk komoditas lain, seperti cabai dan sayuran musiman. Target jangka panjangnya, kawasan tepi Bengawan Solo di Sukoharjo ini bisa menjadi percontohan desa wisata berbasis pertanian di Jawa Tengah.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks