Pencarian

Tesla Diam-Diam Setel Kasus Kematian Pejalan Kaki Akibat FSD, Pembayaran Tak Diungkap

Sabtu, 27 Juni 2026 • 14:30:31 WIB
Tesla Diam-Diam Setel Kasus Kematian Pejalan Kaki Akibat FSD, Pembayaran Tak Diungkap
Tesla dan keluarga korban menyelesaikan gugatan kecelakaan Model Y secara damai tanpa pengumuman nilai ganti rugi.

JAWA TENGAH — Gugatan perdata yang diajukan putri Johna Story terhadap Tesla dan pengemudi Model Y itu akhirnya berujung damai. Bloomberg melaporkan penyelesaian dilakukan secara senyap, tanpa pengumuman resmi dari pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut. Nilai ganti rugi yang disepakati kedua belah pihak tidak pernah dibuka.

Kronologi Tabrakan Maut di Jalan Tol Arizona

Kecelakaan terjadi pada 2023 di jalan tol Arizona. Johna Story yang saat itu berusia 71 tahun keluar dari mobilnya untuk membantu mengatur lalu lintas di lokasi kecelakaan beruntun yang dipicu silau matahari.

Saat itulah sebuah Tesla Model Y yang berjalan dengan sistem FSD melaju kencang dan menabrak Story hingga tewas. Peristiwa ini menjadi kasus pertama di Amerika yang melibatkan sistem otomatisasi Tesla dan menewaskan pejalan kaki.

NHTSA Turun Tangan, Celah Kamera Tanpa Radar Disorot

Kematian Story memicu penyelidikan formal dari NHTSA. Otoritas keselamatan lalu lintas jalan raya AS itu ingin memastikan apakah sistem FSD milik Tesla benar-benar aman dioperasikan di jalan umum.

Bloomberg News dalam investigasinya tahun lalu merekonstruksi kecelakaan tersebut menggunakan video dan foto yang diperoleh melalui permintaan dokumen publik. Temuan investigasi menyoroti masalah serius: silau matahari bisa mengelabui sistem kamera murni Tesla yang tidak dilengkapi radar atau lidar. "Hampir seperti mengandalkan data kamera saja, tanpa radar atau lidar, punya masalah!" tulis laporan tersebut.

Keluarga Korban Dapat Kompensasi, Tapi Tak Ada yang Mengembalikan Nyawa

Tidak ada jumlah uang yang bisa mengembalikan Johna Story. Namun, penyelesaian gugatan ini setidaknya memberikan kompensasi bagi keluarga yang ditinggalkan. Publik pun bertanya-tanya apakah denda yang dibayarkan cukup membuat Tesla jera.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa teknologi self-driving masih jauh dari sempurna. Sistem berbasis kamera murni, seperti yang diandalkan Tesla, memiliki titik buta — terutama dalam kondisi pencahayaan ekstrem seperti silau matahari — yang bisa berakibat fatal.

Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks