Pencarian

Realisasi Investasi Jawa Tengah Capai Rp 23 Triliun di Awal 2026, Gubernur Luthfi Klaim Iklim Usaha Kondusif

Rabu, 01 Juli 2026 • 22:52:01 WIB
Realisasi Investasi Jawa Tengah Capai Rp 23 Triliun di Awal 2026, Gubernur Luthfi Klaim Iklim Usaha Kondusif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan realisasi investasi mencapai Rp 23 triliun pada kuartal pertama 2026.

SEMARANG — Sebanyak 24.957 proyek investasi telah beroperasi di Jawa Tengah sepanjang kuartal pertama 2026. Angka itu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 12,98 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 10,04 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi dalam acara Business Dinner bersama 105 investor dan pelaku usaha di Hotel Padma Semarang, Selasa (30/6/2026) malam. Hadir perwakilan investor asing, pengelola kawasan industri, hingga jajaran Direksi Bank Jateng.

Dua Sektor Industri Jadi Andalan Baru

Luthfi menyebut Jawa Tengah masih menjadi magnet bagi investor, terutama untuk industri padat karya. Namun, ia tidak menutup peluang bagi industri padat modal untuk turut mengembangkan usahanya di provinsi tersebut.

“Jawa Tengah masih menjadi kawasan yang menarik untuk mengembangkan investasi, terutama industri padat karya, tetapi tidak menutup kemungkinan industri padat modal,” kata Luthfi dalam sambutannya.

12 Kawasan Industri Baru Disiapkan

Untuk menjaga daya saing, Pemprov Jateng menyiapkan 12 kawasan industri baru. Lokasinya tersebar di Kabupaten Rembang, Demak, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, Kebumen, Semarang, Boyolali, Grobogan, dan Kota Semarang.

Pemerintah juga memperkuat infrastruktur logistik melalui pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu, dry port atau tempat bongkar muat dibangun di Kawasan Industri Batang dan Kendal untuk memperlancar distribusi barang.

Bank Jateng Didorong Jadi Mitra Investor

Dalam forum yang sama, Luthfi mendorong para investor memanfaatkan layanan Bank Jateng sebagai bagian dari ekosistem investasi daerah. Menurutnya, penggunaan bank daerah akan memperkuat sirkulasi keuangan lokal karena mayoritas saham bank tersebut dimiliki oleh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

“Kalau investasi menggunakan bank daerah, akan tumbuh ekonomi baru dan sirkulasi keuangan baru di wilayah kita,” ujar Luthfi.

Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menyatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis investor. Layanan yang ditawarkan mencakup pembiayaan investasi, modal kerja, hingga transaksi perbankan.

Sepanjang 2025, Realisasi Tembus Rp 110 Triliun

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp 110,64 triliun. Angka itu menyerap 418.138 tenaga kerja dari berbagai sektor. Pemerintah optimistis tren positif ini berlanjut seiring penyederhanaan perizinan dan jaminan keamanan bagi pelaku usaha.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks