UNGARAN — Ribuan pasang mata tertuju pada iring-iringan kendaraan hias yang melintasi Alun-alun Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (5/7/2026). Bukan sekadar pawai, karnaval Festival Bunga Bandungan menjadi ajang unjuk kekuatan ekonomi lokal dari komoditas bunga yang selama ini menjadi denyut nadi warga di lereng Gunung Ungaran.
Sentra Bunga Terbesar di Jateng Ingin Naik Kelas
Bandungan selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil bunga hias dan bunga tabur terbesar di Jawa Tengah. Namun, potensi itu belum sepenuhnya teroptimalkan untuk menarik wisatawan. Lewat festival ini, petani dan pedagang turun langsung ke jalan untuk menunjukkan ragam flora yang mereka hasilkan.
Karnaval diikuti oleh puluhan kelompok peserta. Mulai dari petani yang menghias gerobak dagangannya dengan rangkaian bunga segar, hingga komunitas sanggar seni yang menampilkan tarian tradisional di atas panggung mobil hias. Warga yang berjejer di sepanjang rute tak henti bertepuk tangan dan mengabadikan momen dengan ponsel mereka.
Bunga Tabur dan Hias Jadi Andalan Ekonomi Warga
Bunga tabur—yang biasa digunakan untuk ritual keagamaan dan budaya—menjadi komoditas utama yang dipamerkan. Selain itu, pot bunga hias dengan aneka warna turut menghiasi setiap sudut alun-alun. Para pedagang mengaku omzet mereka meningkat signifikan selama gelaran festival berlangsung.
“Kami ingin Bandungan tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata kuliner, tapi juga pusat bunga. Harapannya, karnaval ini bisa jadi agenda tahunan yang dinanti,” ujar salah satu koordinator peserta dari kelompok petani setempat.
Mengangkat Pariwisata Pasca Pemulihan
Festival Bunga Bandungan tahun ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata di kawasan tersebut. Pemerintah Kabupaten Semarang pun mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari strategi promosi destinasi unggulan. Dengan melibatkan langsung petani dan pelaku UMKM, festival ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.
Suasana semarak karnaval berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore. Warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang bahkan rela datang jauh-jauh untuk menyaksikan kemeriahan yang hanya digelar setahun sekali ini.