Pencarian

Pemprov Jateng Panen 1,3 Ton Udang Vaname dari Tambak Modern di Kawasan Industri Semarang, Jadi Percontohan Pantura

Senin, 06 Juli 2026 • 17:05:31 WIB
Pemprov Jateng Panen 1,3 Ton Udang Vaname dari Tambak Modern di Kawasan Industri Semarang, Jadi Percontohan Pantura
Panen perdana 1,3 ton udang vaname dari tambak modern di Kawasan Industri Semarang.

SEMARANG — Panen raya udang vaname di tengah kawasan industri bukan sekadar proyek percontohan. Pemprov Jateng telah membuktikan bahwa sistem budidaya modern mampu menghasilkan produktivitas tinggi di lahan yang tidak terlalu luas.

Kompleks tambak seluas 1.561 meter persegi itu menghasilkan 1,3 ton udang vaname dengan kualitas premium. Angka ini menjadi bukti awal bahwa revitalisasi tambak tradisional menjadi tambak modern bisa berjalan efektif.

Mengapa Tambak Modern Dibutuhkan di Pantura?

Sepanjang Pantura Jawa Tengah, ribuan hektare tambak tradisional menghadapi tantangan produktivitas dan serangan penyakit. Sistem modern yang diterapkan Pemprov Jateng menggunakan teknologi bioflok dan manajemen kualitas air yang ketat.

Dengan sistem ini, risiko gagal panen akibat perubahan cuaca atau serangan bakteri bisa ditekan. Padat tebar lebih tinggi, namun tetap menjaga kualitas air dan kesehatan udang.

Dari Kawasan Industri ke Pesisir Pantura

Keberhasilan di Kawasan Industri Semarang ini akan menjadi cetak biru. Pemprov Jateng berencana mendorong petambak di Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, hingga Batang untuk mengadopsi teknologi serupa.

Program revitalisasi tambak modern ini tidak hanya menyasar produktivitas. Pemerintah juga ingin memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petambak kecil.

Target: Produktivitas Naik, Biaya Turun

Dengan sistem modern, biaya pakan bisa lebih efisien karena pemberian pakan dihitung berdasarkan kebutuhan harian udang. Sirkulasi air yang terjaga juga mengurangi frekuensi penggantian air, sehingga lebih ramah lingkungan.

Pemprov Jateng menargetkan produksi udang vaname di Pantura bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan jika program revitalisasi berjalan sesuai rencana.

Keberhasilan panen perdana ini menjadi sinyal positif bagi industri perikanan budidaya di Jawa Tengah. Kawasan industri pun kini tak hanya identik dengan pabrik, tetapi juga bisa menjadi lokasi produksi pangan berkualitas tinggi.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks