SRAGEN — Kecelakaan maut terjadi di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Dukuh Karangrejo, Desa Karangjati, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Selasa (7/7) sore. Seorang pengendara motor Honda Vario berinisial MDAM (21) tewas setelah motor yang dikendarainya oleng dan tertabrak kendaraan dari arah berlawanan yang langsung kabur dari tempat kejadian.
Korban merupakan warga Kelurahan Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen. Ia sempat dilarikan ke RS Yakssi Gemolong untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong karena luka berat di bagian kepala.
Kronologi: Diduga Mengantuk, Motor Oleng ke Kanan
Kasat Lantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah selatan atau Solo menuju ke utara atau Purwodadi. Sesampainya di lokasi, motor korban mendadak oleng.
"Pengendara sepeda motor diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk, sehingga kendaraan oleng dan terjatuh ke sisi kanan jalan," terang Kukuh dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Rabu (8/7/2026).
Nahas, pada saat yang bersamaan muncul kendaraan bermotor dari arah berlawanan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tak terelakkan. "Kendaraan yang menabrak korban langsung meninggalkan lokasi dan belum diketahui identitasnya," ucapnya.
Polisi Buru Pelaku: CCTV dan Saksi Jadi Kunci
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi kendaraan yang terlibat tabrakan dengan korban. "Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap identitas kendaraan tersebut," jelas AKP Kukuh.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai ciri-ciri kendaraan yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut tersebut. Polisi mengimbau masyarakat yang melihat atau memiliki informasi untuk melapor ke kantor polisi terdekat.
Imbauan Polisi: Jangan Paksakan Diri Berkendara Saat Mengantuk
Atas kejadian ini, AKP Kukuh mewanti-wanti masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Faktor kelelahan dan kantuk disebut menjadi pemicu utama kecelakaan fatal.
"Jangan memaksakan diri mengemudi saat mengantuk. Bila konsentrasi mulai hilang, segera berhenti di tempat aman untuk beristirahat. Keselamatan harus jadi prioritas utama karena satu kelengahan bisa berakibat fatal," pungkasnya.