Pencarian

Dosen Kebidanan Unisa Surakarta Ciptakan Si-Laksmi, Aplikasi Deteksi Kecemasan Ibu Hamil untuk Cegah Bayi Lahir Prematur

Kamis, 09 Juli 2026 • 17:13:31 WIB
Dosen Kebidanan Unisa Surakarta Ciptakan Si-Laksmi, Aplikasi Deteksi Kecemasan Ibu Hamil untuk Cegah Bayi Lahir Prematur
Dosen Kebidanan Unisa Surakarta meluncurkan Si-Laksmi untuk deteksi dini kecemasan ibu hamil.

SURAKARTA — Kecemasan yang tidak tertangani pada ibu hamil kini bisa dideteksi lebih dini lewat sebuah aplikasi bernama Si-Laksmi. Inovasi ini digagas oleh dosen Program Studi Kebidanan Unisa Surakarta setelah melalui serangkaian kajian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan kecemasan maternal secara signifikan meningkatkan risiko luaran kelahiran yang merugikan, seperti prematuritas dan BBLR.

Apa Itu Si-Laksmi dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Si-Laksmi merupakan sistem deteksi berbasis digital yang dirancang untuk mengukur level kecemasan ibu hamil secara mandiri. Aplikasi ini menggunakan kuesioner terstandar yang sudah divalidasi secara klinis. Ibu hamil cukup mengisi pertanyaan terkait kondisi psikologis mereka melalui ponsel, dan hasilnya langsung terklasifikasi: ringan, sedang, atau berat.

Jika terdeteksi kecemasan pada level tertentu, sistem akan memberikan rekomendasi awal dan mendorong pengguna untuk segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan terdekat. Inovasi ini menjadi penting karena banyak ibu hamil di daerah yang enggan atau tidak sadar perlu memeriksakan kesehatan mentalnya.

Mengapa Deteksi Kecemasan Ibu Hamil Mendesak?

Kajian yang mendasari pengembangan Si-Laksmi menemukan fakta bahwa kecemasan pada ibu hamil kerap luput dari perhatian. Padahal, dampaknya tidak hanya pada psikologis ibu, tetapi juga langsung mempengaruhi kondisi janin. Bayi yang lahir dari ibu dengan kecemasan tinggi berisiko lebih besar mengalami berat badan lahir rendah dan lahir sebelum waktunya.

Di Indonesia, angka prematuritas dan BBLR masih menjadi tantangan serius di sektor kesehatan ibu dan anak. Inovasi seperti Si-Laksmi diharapkan bisa menjadi alat skrining awal yang murah dan mudah diakses, terutama di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan posyandu.

Harapan ke Depan: Integrasi dengan Layanan Kesehatan Primer

Pengembang Si-Laksmi menargetkan aplikasi ini tidak hanya digunakan secara individu, tetapi juga terintegrasi dengan sistem informasi puskesmas di Jawa Tengah. Dengan begitu, data deteksi kecemasan ibu hamil bisa langsung masuk ke rekam medis elektronik dan ditindaklanjuti oleh bidan atau dokter kandungan.

Langkah ini dinilai strategis untuk menekan angka kematian ibu dan bayi akibat komplikasi yang sebenarnya bisa dicegah. Unisa Surakarta berencana melakukan uji coba terbatas di beberapa kelurahan di Kota Surakarta sebelum diperluas ke kabupaten lain di Soloraya.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks