UNGARAN — Langkah kaki seorang kakek berusia 66 tahun itu menjadi pusat perhatian di tengah keramaian penyambutan jemaah haji di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Jumat siang. Mustofa, warga Desa Kedungringin RT 11 RW 2, Kecamatan Suruh, baru saja tiba dari Tanah Suci. Namun alih-alih menunggu kendaraan, ia memilih berjalan kaki pulang ke rumah.
Kepalanya yang mulai memutih, kulit legam terbakar matahari, dan tubuh kurusnya tak menyurutkan tekad. Ia ditemani sang adik menapaki rute Boyolali-Ungaran-Suruh yang naik turun dan terik. Jarak 34 kilometer ditempuh dengan istirahat di masjid dan singgah di warung-warung pinggir jalan.
Nazar 14 Tahun yang Terbayar
"Ini niat sejak awal. Mensyukuri nikmat Gusti Allah karena kulo diparingi sehat sanggup melaksanakan ibadah haji," ujar Mustofa dalam Bahasa Jawa dengan suara bergetar, Jumat (10/7/2026).
Bagi Mustofa, perjalanan ini bukan sekadar aksi. Ia mengaku telah menunggu 14 tahun untuk bisa berangkat. Uang hasil bertani ditabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya terkumpul. "Kulo namung petani, tapi diparingi kuat," katanya, matanya berkaca-kaca.
Bupati Semarang Beri Sambutan Hangat
Usai acara seremonial penerimaan, Mustofa langsung menghampiri Bupati Semarang H Ngesti Nugraha. Keduanya bersalaman dan berpelukan erat. Bupati pun menyebut kisah ini sebagai bukti keikhlasan dan rasa syukur yang luar biasa.
"Ini cerita yang sangat mengharukan dari Pak Mustofa. Pulang haji, langsung jalan kaki. Ini bukti keikhlasan dan syukur yang luar biasa," kata Ngesti di hadapan ratusan jemaah yang memadati Pendapa.
907 Jemaah Kembali, Dua Berpulang di Tanah Suci
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Semarang, H. Rozikin, melaporkan total 907 jemaah telah dipulangkan dengan selamat. Rinciannya, 901 jemaah reguler, satu pendamping KBIHU, dan lima petugas haji daerah.
Namun di balik sukacita, ada duka. Dua jemaah berpulang di Tanah Suci, yakni Damanhuri bin Sahid (83) asal Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, dan H Fatoni asal Ambarawa. "Semoga almarhum husnul khatimah. Doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan," ucap Rozikin.
Kuota Haji 2027 Turun, Calon Jemaah Diminta Siapkan Fisik dan Biaya
Rozikin juga menyampaikan bahwa kuota haji Kabupaten Semarang untuk tahun 2027 direncanakan sebanyak 800 orang. Angka ini turun dibandingkan tahun 2026 karena penyesuaian kuota nasional.
"Kami mengimbau para calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri sejak sekarang. Termasuk kemungkinan biaya perjalanan haji 2027 yang mengalami kenaikan," pungkasnya.