Pencarian

Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tata Kelola Desa Wisata: Pendampingan Berkelanjutan Kunci Naik Kelas dari Rintisan ke Mandiri

Sabtu, 11 Juli 2026 • 17:32:30 WIB
Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tata Kelola Desa Wisata: Pendampingan Berkelanjutan Kunci Naik Kelas dari Rintisan ke Mandiri
Wakil Ketua DPRD Jateng menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk pengembangan desa wisata.

SEMARANG — Ribuan desa wisata yang ditargetkan Pemprov Jawa Tengah pada 2027 mendatang tidak akan optimal jika hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengingatkan bahwa kapasitas pengelola menjadi faktor penentu keberlanjutan sebuah destinasi.

Target 1.000 Desa Wisata dan Tantangan Manajerial

Dalam RKPD 2027, Pemprov Jateng mencanangkan tema pembangunan “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi”. Sejalan dengan itu, target pengembangan 1.000 desa wisata pun dicanangkan.

“Tentu kita menyambut baik akan hal ini. Harapannya, mampu menumbuhkan pusat ekonomi baru dan membuka lapangan kerja serta mendayagunakan potensi desa,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Kakung itu.

Meski begitu, Kakung menyoroti kesenjangan kelas antar desa wisata yang sudah ada. Dari ratusan desa wisata di Jateng, baru puluhan yang berstatus maju. Sisanya masih berada di level rintisan atau pemula.

Klasifikasi Desa Wisata Harus Diperkuat

“Yang masih rintisan atau pemula perlu banyak pendampingan pemerintah supaya bisa naik kelas. Sementara yang sudah mandiri tentu bisa lebih dilepas,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Menurut Kakung, sistem klasifikasi desa wisata perlu diperkuat agar pendampingan dari pemerintah bisa tepat sasaran. Ia menilai, tanpa klasifikasi yang jelas, bantuan yang diberikan bisa tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Lebih dari itu juga harus dibarengi dengan tata kelola yang baik agar mampu berkembang dari desa rintisan menjadi desa wisata mandiri, untuk kemudian menjadi maju,” ungkapnya.

Dorong Kemandirian Lewat Peran Aktif Masyarakat

Kakung berharap, pengembangan desa wisata tidak hanya bergantung pada anggaran pusat. Ia mendorong keterlibatan aktif masyarakat desa agar sektor ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

“Ini juga akan menguatkan kemandirian daerah. Sehingga ke depan tidak hanya bertumpu pada dana pusat, tetapi terus berinovasi mengungkit ekonomi melalui sektor kreatif,” tandasnya.

Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks