Pencarian

DPRD Kabupaten Semarang Desak Kajian Ulang Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Sesar Aktif Rawa Pening Jadi Sorotan

Senin, 31 Agustus 2026 • 23:00:02 WIB
DPRD Kabupaten Semarang Desak Kajian Ulang Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Sesar Aktif Rawa Pening Jadi Sorotan
Anggota DPRD Kabupaten Semarang menyoroti risiko pengeboran geothermal Gunung Ungaran terhadap Sesar Rawa Pening yang masih aktif.

UNGARAN — Rencana eksplorasi proyek geothermal di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menuai kekhawatiran serius dari DPRD setempat. Pengeboran yang menembus kedalaman lebih dari 2.000 meter dinilai berisiko mengganggu struktur lempeng bumi di sekitar gunung yang masih aktif secara seismik.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Muzayinul Arif, menyoroti langsung keberadaan Sesar Rawa Pening yang masih aktif sebagai ancaman utama. Menurutnya, meski proyek tersebut telah mengantongi izin Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), tahap eksplorasi yang sudah masuk fase pengeboran di titik-titik tertentu tetap memerlukan kajian ilmiah ekstra.

Riwayat Gempa Kecil di Ambarawa Jadi Alarm

Muzayinul yang akrab disapa Yayin mengingatkan bahwa kawasan Ambarawa dan Rawa Pening memiliki catatan aktivitas seismik. Ia merujuk pada gempa berkekuatan sekitar 2,5 skala richter yang pernah terjadi di dekat Danau Rawa Pening sebagai sebuah pengingat alam.

"Artinya di sana ada lempengan yang harus diwaspadai," ujarnya, Senin (31/8/2026).

Yayin menegaskan getaran akibat pengeboran berpotensi merambat ke sesar aktif tersebut. Ia menyebut aktivitas di Gunung Ungaran akan berdampak langsung pada kestabilan tanah di Gunung Telomoyo dan Gunung Kelir yang berada dalam satu sistem geologi.

Kajian Menyeluruh Sebelum Keputusan diambil

Anggota dewan dari Fraksi PKB itu menekankan pentingnya kajian lintas disiplin yang melibatkan ahli geofisika, lingkungan, hingga sosial. Ia tidak ingin keputusan kelanjutan proyek hanya didasarkan pada klaim sepihak dari pihak pengembang.

Menurutnya, hasil kajian tersebut nantinya juga menjadi bahan sosialisasi kepada masyarakat luas. Dengan begitu, kesiapan daerah dalam menghadapi pengembangan geothermal dapat diukur secara objektif dan transparan.

Krisis Air Bersih dan Ancaman bagi Candi Gedong Songo

Selain risiko kegempaan, Yayin mengkritik keras kebutuhan pasokan air bersih dalam jumlah besar untuk proses injeksi panas bumi. Di tengah ancaman krisis air yang melanda warga lokal, ia mempertanyakan sumber air untuk operasional proyek tersebut.

"Karena ini harus supply terus-menerus terhadap air untuk geothermal itu 'kan memanaskan air dari panas bumi. Nah, airnya dari mana? Sementara kita itu sudah taraf krisis air," tegasnya.

Kekhawatiran lainnya datang dari jarak titik pengeboran yang berdekatan dengan Candi Gedong Songo. Kawasan cagar budaya yang juga menjadi destinasi andalan ini disebut-sebut sebagai aset penting yang harus dilindungi dari potensi dampak getaran tanah.

"Candi Gedong Songo satu-satunya warisan di Kabupaten Semarang yang kita rawat dan memberi penghasilan lebih pada Kabupaten Semarang," tandas Yayin.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkar.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks