SEMARANG — Dua penghargaan sekaligus diraih Desa Wisata Sawah Tambangan dalam Festival Desa Wisata Kota Semarang 2026. Ajang yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang itu diikuti 15 peserta, terdiri dari 12 desa wisata dan tiga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Kategori yang Dimenangkan
Pada kategori Stand Pameran, Juara I diraih Desa Wisata Sawah Tambangan, disusul Desa Wisata Jatirejo sebagai Juara II dan Desa Wisata Kampoeng Djadhoel sebagai Juara III. Sementara pada kategori Atraksi Seni dan Budaya, Juara I kembali menjadi milik Sawah Tambangan, Juara II Desa Wisata Kampoeng Djadhoel, dan Juara III Desa Wisata Kandri.
Adapun untuk kategori Video dan Administrasi, Juara I diraih Desa Wisata Kampoeng Djadhoel, Juara II Desa Wisata Pudakpayung, dan Juara III Desa Wisata Jatirejo.
Potensi Lokal yang Tergali Lewat Festival
Ketua Pokdarwis Kampung Soto Sawah Tambangan, Zainal Arifin, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh masyarakat dalam menampilkan potensi lokal yang selama ini belum banyak dikenal.
"Di desa kami sebenarnya banyak potensi yang belum tergali. Melalui festival ini kami berupaya menggabungkan seluruh potensi yang ada untuk ditampilkan kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, atraksi yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan kuliner Soto Sawah, tetapi juga beragam kesenian tradisional seperti kuda lumping dan seni budaya lainnya yang menjadi kekayaan desa.
Persaingan Ketat Antar Desa Wisata
Asisten Sekda Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, mengatakan penyelenggaraan Festival Desa Wisata tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Menurutnya, kualitas seluruh peserta meningkat signifikan sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.
"Hampir semua peserta memiliki nilai yang tipis. Kualitasnya juga sangat baik sehingga seluruh desa wisata yang mengikuti festival ini tampil luar biasa. Ini membuktikan bahwa desa-desa wisata di Kota Semarang terus berkembang dan semakin maju," ujarnya.
Target ke Depan: Menjadi Destinasi Unggulan
Zainal menambahkan, festival ini menjadi momentum untuk terus mengembangkan potensi wisata agar semakin beragam dan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Ke depan, pihaknya ingin menghadirkan lebih banyak atraksi dan inovasi sehingga Kampung Soto Sawah Tambangan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.
"Festival ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menggali dan mengembangkan potensi desa," katanya.