Pencarian

Ketua DPRD Jateng Sumanto Optimistis Bendungan Jlantah di Karanganyar Atasi Krisis Air Petani Saat Kemarau

Senin, 13 Juli 2026 • 13:40:31 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto Optimistis Bendungan Jlantah di Karanganyar Atasi Krisis Air Petani Saat Kemarau
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Jlantah di Karanganyar secara virtual pada Jumat (10/7/2026).

KARANGANYAR — Peresmian Bendungan Jlantah oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual pada Jumat (10/7/2026) disambut optimisme oleh Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto. Ia menilai kehadiran bendungan yang masuk dalam program strategis nasional ini akan mengubah wajah pertanian di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya.

Petani Tak Lagi Bergantung pada Curah Hujan

Menurut Sumanto, selama ini tantangan terbesar petani di Karanganyar adalah krisis air setiap musim kemarau tiba. Sawah-sawah sangat bergantung pada curah hujan, sehingga risiko gagal panen atau puso selalu mengintai.

"Keberadaan bendungan ini akan menjadi penopang utama ketahanan pangan kita, karena aliran airnya diharapkan mampu mengairi ribuan hektare sawah milik petani yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan," ujar Sumanto dalam keterangannya.

Frekuensi Panen Bisa Meningkat

Sumanto menjelaskan, dengan daya tampung yang besar, pasokan air ke saluran irigasi sekunder dan tersier bisa diatur secara merata sepanjang tahun. Ia optimistis hal ini akan mendongkrak produktivitas pertanian secara signifikan.

"Jika dulu petani hanya bisa pasrah atau menanam palawija di musim kering, sekarang mereka bisa panen lebih sering dalam setahun karena tidak akan kekurangan air lagi," katanya.

Anggaran Rp1,08 Triliun untuk Proyek Strategis

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Gatut Bayuadji mengungkapkan, proyek Bendungan Jlantah dibangun sejak 2019 hingga 2024 dengan total anggaran mencapai Rp1,08 triliun. Angka tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur ketahanan pangan di Jawa Tengah.

Bupati Minta Jaringan Irigasi Segera Dilengkapi

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, berharap bendungan ini mampu meningkatkan luas sawah yang bisa ditanami. Namun, ia mengingatkan agar manfaat bendungan bisa optimal, pembangunan jaringan irigasi primer maupun sekunder menuju lahan pertanian harus segera diselesaikan.

"Lahannya sudah ada. Hanya saja, perlu ditambah jaringan irigasi menuju calon-calon lahan yang akan dibuka sehingga manfaat bendungan bisa maksimal," ujar Rober.

Bagikan
Sumber: lingkar.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks