JAWA TENGAH — Pabrik-pabrik baru ini diproyeksikan akan memproduksi chip dengan proses 2 nanometer, teknologi paling canggih yang dimiliki TSMC saat ini. Langkah ini sekaligus menjawab kekhawatiran rantai pasok global yang sempat terganggu, di mana Apple selama ini sangat bergantung pada pabrik TSMC di Taiwan untuk chip flagship-nya.
Investasi Raksasa untuk 12 Fasilitas Baru
Kepastian investasi tambahan ini diumumkan bertepatan dengan rilis laporan keuangan kuartal kedua TSMC. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan investasi ini akan "menciptakan puluhan ribu lapangan kerja Amerika."
Menurut pernyataan resmi Departemen Perdagangan AS, total fasilitas yang akan dibangun mencapai 12 unit. Namun, sumber Bloomberg menyebutkan komposisinya bisa berbeda: 10 pabrik fabrikasi (fab) dan 2 fasilitas pengemasan (packaging) canggih.
CEO TSMC, C.C. Wei, dalam wawancara dengan CNBC, mengatakan pabrik baru ini akan mendukung "pelanggan utama kami di AS," yang mencakup Apple, Nvidia, dan Broadcom.
Apple Jadi Pelanggan Pertama, Chip A16 Sudah Diproduksi
Hubungan Apple dengan TSMC di Arizona sudah berjalan. CEO Apple Tim Cook pernah menyebut perusahaannya sebagai "pelanggan pertama dan terbesar TSMC Arizona" saat peletakan batu pertama pabrik ketiga di sana tahun lalu. Pabrik pertama TSMC di Arizona bahkan sudah memproduksi chip Apple A16.
Namun, selama ini ada catatan penting: pabrik di Arizona selalu tertinggal beberapa generasi dari pabrik TSMC di Taiwan. Chip yang dibuat di AS biasanya bukanlah prosesor paling anyar yang dipakai di iPhone terbaru.
Dengan komitmen terbaru ini, TSMC berjanji akan membangun fasilitas pengemasan chip (advanced packaging) di AS, yang merupakan langkah kritis untuk mengejar ketertinggalan teknologi tersebut.
Strategi Cadangan: Apple Juga Siapkan Intel dan Samsung
Keputusan TSMC untuk ekspansi besar-besaran di AS tidak lepas dari tekanan geopolitik dan kebijakan tarif. Apple sendiri dilaporkan telah mengamankan pengecualian dari usulan tarif semikonduktor 100%.
Syaratnya: Apple harus berkomitmen pada investasi manufaktur di AS dan setuju membeli chip dari Intel. Langkah ini menunjukkan Apple tidak ingin sepenuhnya bergantung pada satu pemasok. Perusahaan asal Cupertino itu juga dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan Intel dan Samsung sebagai pemasok cadangan (backup).
Jadi, seberapa cepat pabrik 2 nm ini beroperasi? Sangat tergantung pada seberapa besar kapasitas produksi yang dibutuhkan Apple sendiri di masa depan.