PATI — Dua ruang kelas di SDN 02 Sukolilo, Kabupaten Pati, ambruk dan tak bisa digunakan sejak 2019. Plafon hancur lebur setelah longsoran tanah dari belakang sekolah menerpa tembok hingga retak parah.
Kepala Sekolah SDN 02 Sukolilo, Ahmad Rifai, mengungkapkan kondisi ruangan yang memprihatinkan itu. Ia menyebut bangunan tersebut sudah membahayakan jika tetap dipakai untuk belajar.
“Mulai seperti ini kira-kira tahun 2019 karena ada longsor di bagian belakang, kena tembok sehingga retak,” ujar Rifai, Jumat 17 Juli 2026.
Revitalisasi Total: Bukan Hanya Ruang Rusak
Setelah berkali-kali mengajukan permohonan dan disurvei oleh dinas terkait, sekolah akhirnya mendapat kepastian. Pemerintah bakal melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap SDN 02 Sukolilo pada tahun ini.
“Sekolah kami dapat revitalisasi menyeluruh semua bangunan termasuk ruangan administrasi yang lain,” ungkap Rifai.
Perbaikan tidak hanya menyasar dua kelas yang rusak. Seluruh infrastruktur sekolah, termasuk ruang guru dan kantor tata usaha, akan diperbaiki untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang layak.
DPRD Pati Berkomitmen Awal Anggaran Tepat Sasaran
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan kesiapannya mengawal proses revitalisasi. Ia menekankan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan merupakan kebutuhan mendesak yang menyangkut masa depan generasi muda.
“Peningkatan sarana prasarana pendidikan adalah investasi krusial untuk masa depan daerah. Kami dari Komisi D mendorong agar perbaikan sekolah untuk peningkatan kualitas pendidikan di Pati,” tegas Bandang.
Bandang menambahkan, pihaknya akan memastikan anggaran revitalisasi digunakan tepat sasaran. Pengawasan ketat akan dilakukan, khususnya pada sektor pelayanan dasar seperti sekolah.
“Lingkungan belajar harus layak, nyaman, dan aman baik untuk siswa dan para guru. Kami di DPRD tentu akan mengawasi memastikan anggaran tepat sasaran,” tandasnya.
Target: Kembali Belajar dengan Aman dan Nyaman
Dengan adanya kepastian revitalisasi, pihak sekolah berharap kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal. Selama ini, dua ruang kelas yang rusak terpaksa dikosongkan, membuat siswa harus berbagi ruang atau belajar di tempat yang kurang representatif.
Rifai berharap proses revitalisasi berjalan lancar dan cepat. Setelah perbaikan rampung, anak-anak bisa kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman tanpa rasa khawatir. (ADV – Mantranews.id)