JAWA TENGAH — Selama ini, AI agent bisa mencari pemasok, membandingkan harga, dan menjadwalkan pengiriman barang. Namun, begitu tiba saatnya membayar, mereka tetap harus melibatkan manusia untuk mengotorisasi transaksi. Sistem finansial yang ada—seperti kartu kredit dan ACH—dibangun untuk transaksi yang diprakarsai manusia, bukan untuk agen otonom yang bekerja cepat tanpa henti.
Natural hadir untuk mengisi celah itu. Startup yang baru berusia satu tahun ini membangun ulang arsitektur pembayaran dari bawah ke atas agar AI agent bisa bergerak dan menyimpan dana secara mandiri. "Rasanya jelas bahwa pembayaran agentik akan menjadi masalah paling penting secara struktural di ruang ini," ujar Kahlil Lalji, CEO dan co-founder Natural, kepada TechCrunch.
Apa Itu Natural dan Cara Kerjanya
Natural memposisikan diri sebagai lapisan orkestrasi (orchestration layer) yang menghubungkan AI agent dengan sistem keuangan. Perusahaan mengintegrasikan infrastruktur mereka sehingga agen buatan perusahaan dapat melakukan pembayaran otonom, mengumpulkan dana, dan bertransaksi dengan manusia maupun AI agent lain.
Lalji mendirikan Natural pada 2025 bersama Eric Wang (co-founder di startup sebelumnya, Ivella) dan Walt Leung (mantan engineering manager Nextdoor). Sebelumnya, Lalji menjual Ivella—produk perbankan untuk pasangan—ke Earnin pada 2023 dan bekerja sebagai engineer di sana selama dua tahun. Ia sempat enggan kembali ke sektor finansial setelah era suku bunga nol berakhir, tetapi peluang ini terlalu besar untuk dilewatkan.
Dana Segar dan Dukungan Investor
Putaran Seri A senilai 30 juta dolar AS dipimpin oleh Forerunner Ventures, firma VC yang fokus pada pengalaman konsumen dan masa depan perdagangan. Kirsten Green, founder dan managing partner Forerunner, tertarik pada ambisi Natural yang tidak sekadar membantu AI agent checkout barang, tetapi juga merombak infrastruktur pembayaran termasuk penanganan transaksi yang disengketakan.
Total pendanaan Natural kini mencapai 40 juta dolar AS (sekitar Rp 660 miliar). Tim Natural juga diisi oleh mantan eksekutif dari Stripe, Ramp, dan Square, yang percaya pada kecepatan pengembangan startup ini untuk mengungguli raksasa mapan.
Persaingan Melawan Stripe dan Startup Lain
Natural menganggap Stripe sebagai pesaing utama. Namun, Stripe juga tengah berlomba mendesain ulang rel pembayaran untuk AI agent. Di sisi lain, startup seperti Skyfire Systems (didukung DCVC) mencoba pendekatan berbeda dengan stablecoin berbasis dolar AS.
Natural berencana mengintegrasikan stablecoin ke dalam arsitekturnya, namun juga membangun dukungan untuk pembayaran bank tradisional. Strategi hybrid ini memberi fleksibilitas bagi klien yang belum siap beralih penuh ke mata uang kripto.
Visi: Volume Transaksi Melonjak Berlipat-lipat
Lalji bertaruh bahwa pasar pembayaran akan tumbuh eksponensial saat transaksi berjalan dalam kecepatan komputer, bukan kecepatan manusia. "Jumlah pembayaran yang mungkin terjadi di dunia bisa dua, tiga, atau empat kali lipat lebih besar dari jumlah pembayaran yang ada saat ini," ujarnya.
Natural masih beroperasi dalam uji coba beta hingga saat ini. Namun, Lalji yakin keputusan arsitektural kritis yang telah diambil memberi startup ini "kesempatan bagus" untuk bersaing dengan pemain mapan. Jika berhasil, Natural bisa menjadi tulang punggung finansial bagi AI agent di masa depan.