BLORA — Meski baru berjalan enam bulan, empat sektor utama pendapatan Dinas PUPR Kabupaten Blora sudah menyumbang lebih dari separuh target tahun ini. Penerimaan terbesar datang dari retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang mencapai Rp294 juta, disusul penyewaan tanah Rp205 juta, layanan sedot kakus Rp102 juta, dan penyewaan alat berat Rp91 juta.
Nidzamudin menuturkan, jumlah tersebut menunjukkan aktivitas pembangunan dan pemanfaatan aset daerah di Blora masih berjalan normal. "Capaian tersebut menunjukkan penerimaan PAD masih berada pada jalur yang sesuai karena baru memasuki pertengahan tahun anggaran," ujarnya di Blora, Rabu.
Empat Sektor Penyumbang PAD, PBG Masih Dominan
Dari total target Rp1,25 miliar pada 2026, Dinas PUPR mematok retribusi PBG sebesar Rp700 juta. Sektor ini menjadi tulang punggung pendapatan karena setiap pembangunan gedung, baik hunian maupun komersial, wajib memiliki PBG sesuai ketentuan tata ruang.
Adapun penyewaan tanah ditargetkan menghasilkan Rp250 juta. Aset pemerintah daerah yang disewakan mencakup lahan untuk pemasangan jaringan fiber optik, papan reklame atau baliho, hingga pemanfaatan aset lain milik pemkab.
Layanan Sedot Kakus dan Alat Berat Jadi Pemasok Tambahan
Dua layanan publik lainnya juga berkontribusi signifikan. Layanan sedot kakus ditargetkan mengumpulkan Rp150 juta, sementara penyewaan alat berat juga dipatok target yang sama. Realisasi keduanya hingga Juni masing-masing mencapai Rp102 juta dan Rp91 juta.
Sepanjang 2025 lalu, Dinas PUPR Blora berhasil menghimpun PAD sebesar Rp1,025 miliar dari empat sumber yang sama. Artinya, untuk mencapai target tahun ini, masih ada kekurangan sekitar Rp557 juta yang harus dikejar pada paruh kedua 2026.
Strategi Kejar Target: Sosialisasi dan Optimalisasi Aset
Nidzamudin mengaku tidak tinggal diam. Pihaknya akan menggenjot sosialisasi ke masyarakat agar pengurusan PBG dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Langkah ini penting karena masih banyak pemilik bangunan yang belum mengurus izin secara resmi.
"Kami akan terus mengoptimalkan seluruh potensi PAD, terutama dari retribusi PBG, pemanfaatan aset daerah melalui penyewaan tanah, layanan sedot kakus, serta penyewaan alat berat," tegasnya.
Ia optimistis target Rp1,25 miliar tercapai hingga akhir tahun. Alasannya, aktivitas konstruksi di Blora diprediksi meningkat pada semester kedua, seiring berlanjutnya proyek pembangunan infrastruktur dan meningkatnya permintaan layanan dari warga maupun badan usaha.