BLORA — Kehadiran ritel modern berskala nasional di Kabupaten Blora tidak lantas mematikan usaha lokal. Galaksi Group, perusahaan distribusi dan ritel yang didirikan pada 2014 di bawah naungan CV GMI, justru memanfaatkan kondisi tersebut sebagai momentum untuk tumbuh dan memperluas pasar.
Kini, perusahaan yang beroperasi lebih dari satu dekade itu tercatat sebagai mitra distribusi bagi sejumlah perusahaan nasional, seperti Unilever, Sinar Mas Group, Livi, Shinzui, Viva, dan KAO. Jaringan pengiriman produknya menjangkau Kabupaten Blora, Rembang, hingga Grobogan.
Kantor Baru di Tunjungan Perkuat Layanan Distribusi
Komitmen pengembangan usaha diwujudkan melalui pembukaan kantor dan gudang anyar di Jalan Gatot Subroto KM 3, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Blora. Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat layanan distribusi berbagai kebutuhan rumah tangga, alat tulis, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan perkantoran.
Direktur PT Galaksi Jaya Raya, A.K. Rafifil Umam, S.Tr. T., M.M, menyebut konsistensi dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama mempertahankan bisnis di tengah ketatnya persaingan. Menurutnya, perjalanan perusahaan bukan hasil kerja satu orang, melainkan kolaborasi seluruh tim, dukungan keluarga, mitra usaha, dan masyarakat.
Kunci Menang: Disiplin dan Komitmen, Bukan Sekadar Skala Usaha
Rafi, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa perusahaan nasional tidak hanya menilai besarnya skala usaha ketika memilih mitra. Kedisiplinan, komitmen, komunikasi, dan konsistensi dalam menjalankan kerja sama menjadi pertimbangan utama yang mengantarkan Galaksi Group dipercaya mendistribusikan produk-produk besar.
“Kami selalu menjaga pelayanan dan kepercayaan pelanggan. Perjalanan Galaksi bukan hasil kerja satu orang, melainkan kerja sama seluruh tim, dukungan keluarga, mitra usaha, dan masyarakat yang telah mempercayai kami,” ujar pengusaha muda jebolan Universitas Ciputra itu, Kamis (6/8).
Karakter Pasar Berbeda, Strategi Pun Berbeda
Menghadapi perubahan pola bisnis yang kian modern, Galaksi Group tidak tinggal diam. Modernisasi sistem usaha, pemanfaatan teknologi, penguatan jaringan distribusi, serta ekspansi ke daerah baru menjadi strategi utama agar tetap kompetitif.
Rafi menegaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakter pasar yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Karena itu, perusahaan tidak hanya menjaga kualitas layanan, tetapi juga membangun hubungan erat dengan masyarakat agar kehadirannya memberi manfaat nyata melalui pembukaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi daerah.
Optimisme Pengusaha Lokal: Kolaborasi Kunci Naik Kelas
Rafi optimistis pelaku usaha daerah memiliki peluang besar untuk naik kelas. Syaratnya, menjaga kualitas produk, meningkatkan pelayanan, memanfaatkan teknologi digital, dan berani memperluas jaringan usaha.
“Yang tidak kalah penting adalah kolaborasi. Pengusaha lokal harus saling mendukung, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama,” tegasnya. (*)