Pencarian

Pemkot Semarang Pasang Penyiram Otomatis di 5 Taman Kota Hadapi Kemarau, 3 Taman Lagi Menyusul 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:49:01 WIB
Pemkot Semarang Pasang Penyiram Otomatis di 5 Taman Kota Hadapi Kemarau, 3 Taman Lagi Menyusul 2026
Penyiram otomatis aktif di Taman Tugu Muda, salah satu dari lima taman kota di Semarang yang memanfaatkan sistem terjadwal untuk perawatan tanaman saat kemarau.

SEMARANG — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mengaktifkan sistem penyiraman otomatis terjadwal di sejumlah taman kota. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kebutuhan perawatan tanaman saat musim kemarau melanda wilayah ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Lima taman yang telah memakai teknologi ini adalah Lapangan Pancasila Simpang Lima, Taman Tugu Muda, Taman Diponegoro, Taman Citra Satwa, dan Taman Imam Barjo.

Jadwal Penyiraman Tak Lagi Bergantung pada Lalu Lintas

Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati atau akrab disapa Pipie, menjelaskan sistem ini bekerja berdasarkan pengaturan timer yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing taman. Penyiraman pun berjalan otomatis tanpa menunggu kedatangan mobil tangki.

“Tanaman mendapatkan air tepat waktu tanpa khawatir terkendala keterlambatan armada tangki di perjalanan,” ujar Pipie.

Sebelumnya, proses penyiraman sangat bergantung pada mobilitas kendaraan pengangkut air. Kondisi lalu lintas yang padat kerap membuat jadwal perawatan tanaman di taman kota menjadi tidak konsisten.

Perluasan ke Taman Kalibanteng, Madukoro, dan Parikesit pada 2026

Disperkim tidak berhenti di lima lokasi tersebut. Instalasi sistem serupa direncanakan berlanjut ke Taman Kalibanteng, Taman Madukoro, dan Taman Parikesit pada tahun 2026 mendatang.

“Target kami, sistem penyiraman otomatis ini diterapkan secara bertahap di seluruh pilar taman pusat kota dan taman aktif. Ini bentuk modernisasi pemeliharaan ruang hijau kita,” tambah Pipie.

Penerapan bertahap ini menandakan komitmen pemerintah kota untuk merombak metode perawatan ruang publik secara menyeluruh.

Dukungan Sumber Air dan Perawatan Jaringan Jadi Syarat Mutlak

Meski berjalan otomatis, sistem ini tetap membutuhkan sokongan infrastruktur yang mumpuni. Ketersediaan sumber air yang memadai, fungsi pompa dan sensor yang prima, serta pemeliharaan jaringan secara berkala menjadi syarat agar teknologi ini bekerja optimal.

Tanpa perawatan rutin, pasokan air ke tanaman justru bisa terhambat di tengah cuaca panas. Oleh karena itu, Disperkim memastikan seluruh komponen penunjang dipantau secara berkala.

Wali Kota: Teknologi Harus Menjawab Persoalan di Lapangan

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan fasilitas publik tidak boleh sekadar gengsi, melainkan harus menyelesaikan persoalan riil di lapangan. Menurutnya, taman kota harus tetap nyaman digunakan masyarakat meski musim kemarau melanda.

“Musim kemarau membuat kebutuhan perawatan taman menjadi lebih besar. Kita perlu memastikan taman-taman kota tetap terawat dan nyaman. Karena itu, pemanfaatan teknologi seperti sistem penyiraman otomatis perlu terus dikembangkan,” tuturnya, Jumat (21/8).

Agustina juga mengajak warga untuk turut menjaga fasilitas umum. Menurut dia, teknologi hanyalah alat bantu, sedangkan keberlanjutan ruang hijau tetap bergantung pada kepedulian bersama.

“Teknologi membantu pemerintah merawat kota, tetapi keberlanjutannya butuh kepedulian bersama. Mari kita jaga taman-taman ini agar tetap asri, sejuk, dan nyaman untuk kita semua,” pungkasnya.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks