Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi Sumatra, yakni Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Kunjungan ini merupakan lanjutan dari tinjauan serupa di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah beberapa hari lalu. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan langkah tanggap darurat akan diperkuat, termasuk penambahan armada water bombing dan penegakan hukum terhadap korporasi yang lalai.
JAKARTA — Pemerintah memperluas fokus penanganan karhutla ke Pulau Sumatera setelah sebelumnya meninjau lokasi terdampak di Kalimantan. Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo akan memulai kunjungan dari Provinsi Riau untuk memastikan operasi pemadaman berjalan cepat, terpadu, dan efektif.
"Kunjungan ini akan menjadi bagian dari komitmen Presiden untuk memastikan negara hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak karhutla dan kabut asap," kata Prasetyo dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Konsentrasi Titik Panas Tertinggi di Sumatera Selatan
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), terdapat 2.894 titik panas atau hotspot yang tersebar di 10 provinsi Sumatra. Konsentrasi tertinggi berada di Sumatera Selatan dengan 1.410 titik, disusul Riau 480 titik, dan Jambi 425 titik.
Luas lahan yang terbakar di 10 provinsi Sumatra pada 2026 tercatat mencapai 36.047,64 hektare. Kondisi ini yang mendorong pemerintah untuk memastikan operasi terpadu tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru serta melindungi warga dari dampak kabut asap.
Armada Water Bombing dan Personel Darat Diperkuat
Hasil kunjungan Presiden ke Kalimantan beberapa hari lalu telah membuahkan langkah percepatan. Pemerintah menambah armada water bombing, menebalkan personel darat dari unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni, serta menyiagakan fasilitas kesehatan bagi warga.
Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus dilakukan untuk mendukung pemadaman dari udara. Perhatian khusus diberikan pada lahan gambut karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul, sehingga membutuhkan pemadaman, pembasahan, dan penyisiran secara berulang.
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Pemerintah terus memantau kualitas udara di wilayah terdampak. Pekanbaru tercatat memiliki indeks kualitas udara (AQI) 225 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, Jambi dan Palembang masing-masing berada pada AQI 187 dan 180.
Prasetyo memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang mengganggu kesehatan.
Tindakan Tegas untuk Areal Konsesi yang Terbakar
Presiden telah menginstruksikan tindakan tegas tanpa kompromi terhadap pihak yang lalai. Aparat penegak hukum telah memulai proses penyelidikan terhadap sejumlah area konsesi korporasi yang terbukti terbakar maupun lalai dalam menjaga lahannya.
Pengawasan areal konsesi dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan atau membiarkan terjadinya kebakaran akan terus diperkuat seiring meluasnya fokus penanganan ke Sumatera.