WONOGIRI — Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Wonogiri yang digelar di Ruang Kahyangan, Kompleks Setda Wonogiri, Rabu (26/8/2026), menjadi titik awal pematangan persiapan Pilkades Serentak 2026. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Wakil Bupati Imron Rizkyarno, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para camat hadir dalam pembahasan tersebut.
Hampir Semua Petahana Berpeluang Kembali Bertarung
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri, Joko Purwidyatmo, mengungkapkan fakta menarik dari peta kontestasi kali ini. Sebanyak 49 dari 50 kepala desa petahana masih memiliki peluang untuk mencalonkan diri kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
Hanya Desa Wonoharjo yang dipastikan berganti pemimpin. Kepala desa di wilayah tersebut telah menjabat selama tiga periode sehingga tidak memenuhi syarat untuk kembali maju. Kondisi ini membuka ruang bagi nama-nama baru untuk berebut kursi nomor satu di desa itu.
Anggaran Rp20 Juta per Desa untuk Kebutuhan Teknis
Pemkab Wonogiri menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar dari APBD untuk mendukung kelancaran pemilihan. Setiap desa penyelenggara akan menerima bantuan dana sekitar Rp20 juta yang dialokasikan untuk kebutuhan teknis pelaksanaan pemungutan suara.
Tahapan administrasi pun mulai berjalan. Sosialisasi kepada camat dan Kepala Seksi Tata Pemerintahan (Tapem) telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengenai aturan dan jadwal pelaksanaan.
Jadwal Pembentukan Tim Hingga Daftar Pemilih
Rangkaian kepanitiaan dijadwalkan bergulir cepat. Tim pengendali tingkat kabupaten mulai dibentuk pada 1 September 2026, disusul pembentukan tim pengendali di tingkat kecamatan keesokan harinya.
Panitia pemilihan tingkat desa baru akan dibentuk pada 2 September 2026. Selanjutnya, pada 7 September 2026, panitia desa dijadwalkan menerima daftar pemilih sementara sebagai langkah awal penyusunan daftar pemilih tetap.
Bupati: Jaga Netralitas dan Hindari Konflik
Bupati Setyo Sukarno menegaskan bahwa seluruh tahapan harus berjalan sesuai aturan dan aspek hukum, termasuk mengantisipasi kemungkinan munculnya calon tunggal maupun bakal calon yang jumlahnya lebih dari lima orang.
"Pilkades ini adalah perwujudan demokrasi dan kedaulatan rakyat di tingkat desa. Prinsip dan kewajiban berdemokrasi harus terus kita pupuk, kita kawal dan kita rawat bersama," tegas Setyo dalam rapat tersebut.
Orang nomor satu di Wonogiri itu juga mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak berubah menjadi konflik. Tim pengendali, panitia desa, pemerintah kecamatan, hingga Forkopimcam diminta bekerja profesional, netral, dan tidak melakukan intervensi terhadap proses pemilihan.
Masa Jabatan Delapan Tahun Jadi Momentum Strategis
Kepala desa terpilih nantinya akan menjabat selama delapan tahun sesuai ketentuan terbaru. Durasi yang panjang ini menjadikan Pilkades 2026 sebagai momentum penting karena pemenang akan memiliki waktu cukup untuk menentukan arah pembangunan desanya.
Daftar 50 Desa Penyelenggara Pilkades Serentak 2026
Berikut daftar lengkap desa yang masuk agenda Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Wonogiri, disusun berdasarkan urutan abjad kecamatan:
Baturetno
Desa Boto, Glesungrejo, Kedungombo, Saradan, Sendangrejo, dan Setrorejo.
Eromoko dan Giriwoyo
Kecamatan Eromoko hanya menyelenggarakan di Desa Tegalharjo. Sementara Kecamatan Giriwoyo menggelar pemilihan di Desa Selomarto dan Tawangharjo.
Girimarto, Giritontro, dan Jatipurno
Kecamatan Girimarto memiliki tiga desa penyelenggara, yakni Bubakan, Jatirejo, dan Semagar. Kecamatan Giritontro menggelar di Desa Jatirejo dan Pucanganom, sedangkan Kecamatan Jatipurno hanya di Desa Kembang.
Jatisrono, Jatiroto, dan Ngadirojo
Desa Tanggulangin dan Tasikhargo menjadi lokasi pemilihan di Kecamatan Jatisrono. Kecamatan Jatiroto memiliki tiga desa, yaitu Brenggolo, Mojopuro, dan Pengkol. Adapun Kecamatan Ngadirojo menggelar Pilkades di Desa Jatimarto, Kerjo Kidul, dan Pondok.
Paranggupito, Pracimantoro, dan Puhpelem
Kecamatan Paranggupito menyelenggarakan di Desa Paranggupito dan Songbledeg. Wilayah Pracimantoro menjadi kecamatan dengan jumlah desa terbanyak, yakni Banaran, Gebangharjo, Jimbar, Sambiroto, Suci, dan Trukan. Sementara Kecamatan Puhpelem hanya di Desa Golo dan Puhpelem.
Purwantoro, Selogiri, dan Slogohimo
Empat desa di Kecamatan Purwantoro masuk daftar, yaitu Gondangsari, Joho, Miricinde, dan Talesan. Kecamatan Selogiri menggelar di Desa Jendi dan Nambangan. Slogohimo menjadi kecamatan dengan penyelenggara terbanyak bersama Pracimantoro, yakni Padarangin, Sedayu, Slogohimo, Soco, dan Watusomo.
Tirtomoyo, Wonogiri, dan Wuryantoro
Kecamatan Tirtomoyo memiliki dua desa, yaitu Hargantoro dan Tanjangsari. Wilayah Kecamatan Wonogiri menggelar di Desa Manjung, Sendang, dan Wonoharjo. Terakhir, Kecamatan Wuryantoro hanya di Desa Gumiwang Lor.
Dengan tahapan yang mulai berjalan sejak September, perhatian masyarakat kini tertuju pada siapa saja bakal calon yang akan muncul. Peta persaingan Pilkades Wonogiri 2026 sudah mulai terbentuk, dan Wonoharjo menjadi satu-satunya desa yang dipastikan mencari pemimpin baru.