Pencarian

Batik Pramesti Laris 45 Kain di AOE 2026, Motif Pohon Kendal Jadi Incaran Pengunjung Tangerang

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 13:16:01 WIB
Batik Pramesti Laris 45 Kain di AOE 2026, Motif Pohon Kendal Jadi Incaran Pengunjung Tangerang
Batik Pramesti asal Kendal laku 45 kain pada hari pertama pameran AOE 2026 di Tangerang.

KENDAL — Keramaian di stand Kabupaten Kendal pada Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Tangerang, Banten, 27-29 Agustus 2026, tidak lepas dari daya tarik Batik Pramesti. Produk lokal yang menggunakan pewarna alami ini tidak hanya dilihat pengunjung, tetapi juga diburu sebagai oleh-oleh khas daerah.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal, Ahmad Syahrul Falah, mengungkapkan antusiasme pengunjung terhadap produk tersebut sangat tinggi sejak hari pertama pameran.

Laris Manis di Hari Pertama Pameran

“Alhamdulillah stand Kabupaten Kendal dari segi pengunjung lumayan ramai. Terutama pengunjung stand Batik Pramesti Bu Widya,” ujar Syahrul, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ia merinci, pada hari pertama pameran, Batik Pramesti langsung laku 45 potong. Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per kain.

Menurut Syahrul, capaian tersebut membuktikan produk ekonomi kreatif Kendal mampu bersaing di pasar nasional. Kehadiran Pemkab Kendal dalam ajang berskala nasional ini diharapkan membuka pasar baru sekaligus mengerek nilai ekonomi produk lokal.

Pewarna Alami dan Filosofi Motif Pohon Kendal

Pemilik Batik Pramesti, Widya Kandi Susanti, menjelaskan keunikan produknya terletak pada penggunaan pewarna alami. Konsep ini dipilih untuk menjaga nilai budaya sekaligus menghadirkan batik yang lebih ramah lingkungan.

“Penggunaan pewarna alami menjadi salah satu ciri utama Batik Pramesti. Selain menjaga nilai budaya, konsep tersebut sekaligus menjadi upaya menghadirkan produk batik yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Kekuatan lain produk ini ada pada keberanian menjadikan pohon Kendal sebagai ikon motif. Inspirasi tidak hanya diambil dari bentuk pohonnya, tetapi dikembangkan hingga bagian bunga, daun, buah, dan bijinya.

“Pohon Kendal memiliki nilai simbolis dan menjadi bagian dari upaya membawa identitas Kendal ke dalam karya batik dan membawa energi positif bagi yang mengenakan,” ungkapnya.

Target Pasar Nasional dan Mancanegara

Widya menambahkan, keikutsertaan dalam AOE 2026 dimanfaatkan sebagai momentum memperluas pasar sekaligus memperkenalkan identitas batik Kendal ke khalayak yang lebih luas. Ia optimistis produknya bisa semakin dikenal, bahkan hingga ke mancanegara.

“Alhamdulillah antusias pengunjung juga bagus. Harapannya melalui pameran Apkasi ini Batik Kendal semakin dikenal luas dan mendunia,” pungkasnya.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks