Pencarian

Kendal Pamerkan Batik Pewarna Alami hingga Peluang Investasi KIK di Apkasi Otonomi Expo 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 • 15:17:32 WIB
Kendal Pamerkan Batik Pewarna Alami hingga Peluang Investasi KIK di Apkasi Otonomi Expo 2026
Pengunjung mengamati produk Batik Pramesti yang menggunakan pewarna alami dalam pameran Apkasi Otonomi Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (27/8/2026).

KENDAL — Deretan produk UMKM khas Kabupaten Kendal dipamerkan dalam pameran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 27-29 Agustus 2026. Beberapa komoditas yang diperkenalkan antara lain Batik Pramesti, kerupuk rambak, Jahe 33, hingga kerupuk petis.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Achmad Ircham Chalid, menyebut partisipasi kali ini menjadi momentum strategis untuk memperluas promosi daerah sekaligus membuka jejaring bisnis.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena tahun ini kita bisa membersamai dan mengikuti Apkasi Otonomi Expo 2026. Untuk itu kami membawa potensi pariwisata melalui ekonomi kreatif, khususnya subsektor fesyen dan kuliner,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Lingkarjateng.id.

Batik Pramesti dengan Pewarna Alami Jadi Andalan

Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah Batik Pramesti karya Widya Kandi Susanti, mantan Bupati Kendal. Batik ini memiliki karakter khas karena menggunakan pewarna alami, berbeda dari batik pada umumnya yang memakai pewarna sintetis.

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kendal, Ahmad Syahrul Falah, menjelaskan bahwa produk-produk yang dibawa tersebut merupakan representasi identitas dan kekayaan lokal Kendal yang perlu dikenal pasar lebih luas. Pihaknya ingin mengenalkan bahwa daerahnya memiliki banyak potensi, baik dari sisi pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, maupun fesyen.

KIK Jadi Magnet Investasi di Sektor Industri

AOE 2026 tidak hanya dimanfaatkan untuk promosi wisata dan produk UMKM. Pemerintah Kabupaten Kendal juga memberi ruang khusus bagi Kawasan Industri Kendal (KIK) untuk memperkenalkan peluang investasi yang tersedia.

“Tidak hanya promosi daerah, tetapi kami juga ingin membuka jaringan investasi. Dengan hadirnya KIK dalam stand, kami ingin menunjukkan bahwa Kendal memiliki peluang investasi, baik di sektor industri maupun pariwisata,” jelas Syahrul.

KIK sendiri kini telah berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga menawarkan berbagai kemudahan dan insentif bagi calon investor. Kombinasi antara sektor wisata, ekonomi kreatif, dan industri ini dinilai menjadi kekuatan tersendiri bagi Kendal dalam membangun citra di tingkat nasional.

Peran Bupati Kendal di Apkasi Dianggap Untung Tersendiri

Syahrul menambahkan, posisi Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang menjabat sebagai koordinator bidang industri Apkasi menjadi nilai tambah dalam pameran tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Kendal memiliki potensi yang lengkap untuk ditawarkan.

“Apalagi Ibu Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari juga memiliki peran sebagai koordinator bidang industri Apkasi. Jadi ini menurut kami sangat keren sekali. Sehingga kesempatan ini akan kita manfaatkan untuk menunjukkan bahwa Kendal memiliki potensi yang lengkap. Tujuan kita adalah bagaimana kita bisa menarik minat investor dan wisatawan untuk datang ke Kendal,” pungkasnya.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks