WONOGIRI — Pemerintah pusat memberi perhatian khusus pada inovasi pengelolaan data kependudukan di Kabupaten Wonogiri. Aplikasi bernama Smart Respon yang dikembangkan Dinas Sosial PPKB P3A dinilai memiliki keistimewaan dibandingkan sistem serupa di daerah lain.
“Seperti di Surabaya ada, tapi di Wonogiri ini cukup istimewa,” kata Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, Senin (31/8/2026).
Keunggulan yang Diakui Pemerintah Pusat
Smart Respon dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong perencanaan pembangunan berbasis data kependudukan secara presisi. Bukan sekadar aplikasi, sistem ini mengubah cara kerja pemerintah daerah dalam menentukan sasaran program dan anggaran.
“Pemkab sudah menyusun aplikasi Smart Respon. Ini sesuai keinginan pemerintah pusat, di mana pemerintah harus bisa memperhitungkan secara presisi pelaksanaan pembangunan berbasis kependudukan,” ujar Budi.
Data Manual Berubah Menjadi Terintegrasi
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menjelaskan, transformasi utama dari Smart Respon terletak pada pergeseran pola kerja. Data yang sebelumnya dikelola secara manual kini tersimpan dan terintegrasi dalam satu sistem.
“Smart Respon mampu membangun transformasi budaya kerja baru, meng-upgrade data manual menjadi data terintegrasi, yang menjadikan prioritas sasaran dan anggaran semakin tepat,” kata Setyo.
Dengan data yang terpadu, pemerintah bisa menentukan siapa yang layak menerima bantuan, jenis intervensi yang diperlukan, serta mengarahkan anggaran ke program yang benar-benar menyasar kebutuhan warga. Hal ini menjadi krusial dalam program Keluarga Berencana dan bantuan sosial.
Berpeluang Dikembangkan di Daerah Lain
Keunggulan Smart Respon membuka peluang inovasi ini direplikasi di kabupaten/kota lain. Budi menyebut pemerintah pusat siap memberikan dukungan melalui Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi daerah yang inovasinya sejalan dengan kebijakan nasional.
Wonogiri Terbaik Pertama Program KB se-Jateng
Penguatan sistem data ini berjalan beriringan dengan prestasi Wonogiri di bidang pengelolaan program Keluarga Berencana. Kabupaten ini meraih Apresiasi Pengelola Program KB Tahun 2026 (Parasamya Karya Kencana) Tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk kategori umum.
Setelah menjuarai tingkat provinsi, Wonogiri kini melangkah ke penilaian tingkat nasional. Setyo berharap penghargaan ini memacu pengelola program KB untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan raihan tersebut, kiranya akan menjadi motivasi bagi kami, para pengelola program KB di Kabupaten Wonogiri, untuk selalu meningkatkan capaian kualitas pelayanan Keluarga Berencana,” ujarnya.
Tantangan ke depan bagi Wonogiri bukan lagi sekadar digitalisasi data. Persoalannya adalah memastikan data terintegrasi benar-benar dipakai untuk menghasilkan program yang tepat sasaran, anggaran yang akurat, serta pelayanan masyarakat yang semakin efektif.