MAGELANG — Sebanyak 8.000 peserta mengikuti Tidar Borobudur 10K yang start dan finish di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (24/5). Event ini menyediakan tiga kategori, yaitu 10K, 5K, dan 3K.
Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari pelari profesional, komunitas lari, hingga keluarga yang membawa balita menggunakan stroller.
Suasana semakin meriah dengan kehadiran peserta berkostum unik. Ada yang mengenakan kostum cone lalu lintas, carnival warna-warni, hingga tema lingkungan.
Warga Kota Magelang juga antusias memberikan dukungan di sepanjang jalur lari. Mereka bersorak dan menyemangati para pelari yang melintas.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto turut ambil bagian di kategori 5K. Ia mengaku menikmati jalur lari yang sejuk dan nyaman.
“Saya doakan tahun depan lebih meriah,” ucapnya usai menyelesaikan lari.
Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno menilai event ini berpotensi besar mendongkrak sektor jasa dan pariwisata. Ia menyebut tren pariwisata olahraga atau sport tourism kini tengah berkembang positif.
“Karena Kota Magelang kota jasa, untuk bisa mendatangkan banyak orang, salah satunya adalah event olahraga,” katanya setelah menyelesaikan kategori 10K.
Sumarno berharap kegiatan ini bisa terus digelar setiap tahun dengan kualitas penyelenggaraan yang lebih baik. “Mudah-mudahan nanti bisa diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya dan lebih nyaman lagi, antusiasnya lebih banyak lagi,” imbuhnya.
Sakban, pelari asal Kepulauan Bangka Belitung, menjadi finisher pertama kategori 5K. Ia mengaku terkesan dengan atmosfer lomba yang lebih meriah dibanding fun run lain.
“Ini lebih meriah dari event fun run yang lain, tanjakannya lebih menantang. Seneng banget,” ujarnya.
Meski finis pertama, Sakban mengaku catatan waktunya belum sesuai target karena medan yang cukup berat dengan elevasi tinggi.