Sopir Batuk Mendadak Hilang Pandangan, Bus Trans Jateng Tabrak Warung Bakso di Grobogan, Kerugian Rp5 Juta

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Senin, 25 Mei 2026 | 16:35:01 WIB
Bus Trans Jateng hilang kendali dan menabrak warung bakso di Grobogan akibat sopir batuk mendadak.

GROBOGAN — Sebuah Bus Trans Jateng mengalami kecelakaan tunggal setelah sopir tiba-tiba kehilangan kendali akibat batuk mendadak yang membuat pandangannya gelap. Insiden terjadi di depan SPBU Dukoh, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Senin pagi (26/5/2026).

Kronologi: Batuk Saat Hendak Melaju Usai Naikkan Penumpang

Kasi Operasional Balai Trans Jateng, Teguh Sugiarto, menjelaskan peristiwa bermula saat sopir berinisial A selesai menaikkan penumpang dari halte SMA 1 Gubug. Saat hendak melanjutkan perjalanan, sopir tiba-tiba batuk dan dilaporkan kehilangan pandangan.

“Jadi sehabis menaikkan penumpang, dia (sopir) itu batuk, tapi kok tiba-tiba hilang pandangan dan hilang kendali kemudian menabrak warung dan tiga tiang wifi, itu saja,” ujar Teguh, Senin (25/5/2026).

Bus yang kehilangan kendali itu kemudian menabrak bagian samping warung bakso dan tiga tiang wifi. Dari video yang beredar, kerusakan pada bangunan warung cukup parah.

Kerugian Capai Rp5 Juta, Pemilik Warung Sudah Dijamin Ganti Rugi

Pihak operator Bus Trans Jateng dan pemilik warung bakso telah menjalani mediasi di Polsek Gubug. Hasilnya, disepakati bahwa seluruh biaya perbaikan warung bakso akan ditanggung oleh operator bus.

“Korban tidak ada, tapi dengan rusaknya warung bakso, dari negosiasi yang dimediasi oleh Polsek Gubug sudah terjadi kesepakatan, biaya penggantian warung bakso akan diganti oleh pihak operator Bus Trans Jateng. Sementara untuk tiang wifi masih dalam proses pencarian siapa pemiliknya,” jelas Teguh.

Kerugian material akibat kerusakan warung bakso ditaksir mencapai Rp5 juta.

Evaluasi Kebugaran Sopir Baru Saja Dilakukan Dua Pekan Lalu

Menariknya, evaluasi terkait layanan dan kondisi pramudi Bus Trans Jateng baru saja digelar dua minggu sebelum kecelakaan ini terjadi. Teguh mengakui insiden ini menjadi pukulan telak setelah pihaknya gencar melakukan pembinaan.

“Dua minggu yang lalu kita sudah lakukan evaluasi terkait pramudi dan segala macam, karena ketika pramudi menjalankan tugas tidak dalam kondisi fit ya dampaknya akan fatal. Tapi kebetulan sehabis kita lakukan evaluasi malah kejadian seperti ini. Ke depan akan kita evaluasi lagi ke operator,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perawatan armada tetap menjadi prioritas. Setiap pagi, operator melakukan pengecekan rutin, termasuk penggantian oli sesuai jarak tempuh. Pencairan biaya operasional juga bergantung pada kelengkapan Surat Perjalanan (SPJ) yang menunjukkan kondisi kendaraan layak jalan.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: beritajateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top