JAWA TENGAH — Luhut menilai keterlibatan Bea Cukai dalam proses ekspor justru kerap menjadi biaya tinggi dan memperlambat arus barang. Ia mencontohkan, banyak negara lain yang sudah tidak lagi menggunakan bea cukai untuk pemeriksaan ekspor karena dianggap tidak efisien.
"Kalau tidak perlu, ngapain pakai bea cukai? Banyak negara sudah tidak pakai itu," ujar Luhut dalam sebuah diskusi di Jakarta, pekan lalu.
PT DSI (Daya Semesta Indonesia) merupakan BUMN yang dibentuk khusus untuk mengelola kegiatan ekspor nasional. Perusahaan ini ditargetkan menjadi satu pintu (single window) bagi para eksportir, terutama UMKM, agar proses pengiriman barang ke luar negeri lebih cepat dan murah.
Luhut menyebut, dengan adanya PT DSI, fungsi verifikasi dan dokumentasi ekspor yang selama ini dipegang Bea Cukai bisa diambil alih. "Kita ingin semua serba digital, pakai AI, sehingga tidak perlu lagi orang turun ke lapangan," tambahnya.
Reformasi ini akan bertumpu pada sistem digital berbasis kecerdasan buatan. Seluruh dokumen ekspor, mulai dari invoice, packing list, hingga sertifikasi produk, akan diverifikasi secara otomatis oleh sistem. Manusia hanya bertugas mengawasi jika ada anomali data.
Langkah ini dinilai penting untuk menekan dwelling time dan biaya logistik yang selama ini membebani daya saing produk Indonesia di pasar global. Saat ini, biaya logistik Indonesia masih berkisar 23-25 persen dari PDB, jauh di atas negara tetangga seperti Malaysia yang hanya 13 persen.
Jika skema ini berjalan, eksportir tidak perlu lagi mengurus izin berlapis di pelabuhan. Cukup satu kali unggah data ke portal PT DSI, sistem akan memproses secara otomatis dan menerbitkan dokumen pengiriman. Bagi UMKM yang selama ini kesulitan menembus pasar ekspor karena rumitnya birokrasi, kebijakan ini bisa menjadi terobosan.
Namun, Luhut mengingatkan bahwa transformasi ini tetap membutuhkan pengawasan ketat. "Jangan sampai nanti malah ada penyelundupan. Makanya kita pakai AI, semua data tercatat, tidak bisa dimanipulasi," tegasnya.
Pemerintah menargetkan sistem ini mulai diuji coba pada kuartal kedua 2025. Jika berhasil, PT DSI akan menjadi model baru tata kelola ekspor yang lebih modern dan efisien.